Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Oktasan Baruna Persada dan Konsorsiumnya Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Suplai Batubara PLN EPI
Regional

Oktasan Baruna Persada dan Konsorsiumnya Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Suplai Batubara PLN EPI

ADMINBy ADMIN28/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Nama PT Oktasan Baruna Persada menjadi sorotan dalam dugaan korupsi manipulasi kualitas dan harga pengadaan batubara di PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang disebut berpotensi merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit investigasi untuk membongkar dugaan korupsi tersebut.

Baca juga :   Penyetopan RMK Bikin Lalin Lengang, Tak Ada Lagi Kemacetan Akibat Babaranjang, Warga: Terima Kasih DPRD Sumsel!

Koordinator KOSMAK, Ronald Loblobly mengatakan, dugaan manipulasi kualitas dan harga batu bara terjadi dalam pengadaan batubara PLN EPI dengan angka mencapai 40 persen dari total kebutuhan batubara subholding tersebut.

“Batu bara yang dipasok PLN EPI selama bertahun-tahun ternyata memiliki kualitas kalori jauh di bawah spesifikasi yakni 3.000 GAR (Gross Caloric Value). Padahal sesuai spesifikasi boiler PLTU milik PLN, kalori batubara yang diperlukan 4.400–4.800 GAR,” ujar Ronald dalam siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (26/5/2026).

Menurut dia, dengan kebutuhan batubara PLN EPI mencapai 161,2 juta metric ton pada tahun 2023, potensi kerugian negara akibat dugaan manipulasi kualitas dan harga batubara tersebut dapat mencapai Rp15 triliun per tahun.

Baca juga :   Kapolri Listyo Sigit Sempat Pertanyakan Perlu Mundur, tapi Pilih Bertahan Hadapi Krisis

Dalam keterangannya, KOSMAK menyoroti sejumlah perusahaan pemasok batubara ke PLN EPI, salah satunya PT Oktasan Baruna Persada.

Oktasan Baruna Persada disebut mendapat kontrak pengadaan batubara dengan quantity sebanyak 2.100.000 metric ton per tahun sejak 2018 hingga 2026.

Selain itu, perusahaan tersebut juga disebut berkonsorsium dengan PT Buana Rizky Armia dalam kontrak pengadaan sebanyak 819.000 metric ton per tahun sejak 2009 hingga 2032.

Baca juga :   KDM Serahkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta kepada Korban Penganiayaan Taufik Hidayat

Sementara PT Buana Rizky Armia disebut memperoleh kontrak pengadaan sebesar 1.490.000 metric ton per tahun sejak 2022 hingga 2027.

KOSMAK menduga ketiga perusahaan tersebut memasok batubara dengan kualitas sekitar 3.000 GAR, jauh di bawah spesifikasi yang dibutuhkan pembangkit listrik milik PLN.

“Kualitas batubara yang rendah menyebabkan penurunan performa pembangkit dan mempercepat kerusakan peralatan, terutama pada boiler dan sistem coal handling,” kata Ronald.

KOSMAK juga menduga adanya keterlibatan sejumlah pihak dalam dugaan praktik tersebut, mulai dari pejabat PLN, surveyor hingga pihak lain yang disebut memiliki pengaruh kuat.

Baca juga :   Ketua DPRD Sumsel Soroti Lemahnya Pengawasan Infrastruktur Pasca Ambruknya Jembatan Muara Lawai

Menurut Ronald, pola dugaan penyimpangan terjadi melalui manipulasi dokumen Certificate of Analysis (CoA) yang mencatat kualitas batubara sesuai kontrak, sementara kondisi operasional pembangkit menunjukkan gejala penggunaan batubara berkualitas rendah.

Ia menjelaskan, indikasi tersebut dapat terlihat dari naiknya heat rate pembangkit, meningkatnya konsumsi batubara, hingga terjadinya slagging atau kerak pada boiler PLTU.

Selain itu, hasil laboratorium internal PLTU disebut tidak dijadikan dasar untuk penolakan ataupun koreksi pembayaran meski ditemukan dugaan ketidaksesuaian kualitas.

Baca juga :   Adu Data Subsidi LPG, Bahlil Bantah Paparan Menkeu Purbaya

KOSMAK meminta dilakukan audit investigatif menyeluruh yang tidak hanya memeriksa kontrak pengadaan, tetapi juga menelusuri asal batubara, data operasi pembangkit, rekam digital SCADA/DCS, hingga komunikasi antara pemasok, surveyor dan pejabat pengadaan.

“Laporan ini menjadi pintu masuk menuju pertanyaan lebih besar, bagaimana manipulasi kualitas dapat bertahan bertahun-tahun dan siapa saja yang memegang peran kunci,” ujar Ronald. (KPB)

Batubara Dugaan Korupsi Suplai Batubara Konsorsium Oktasan Baruna Persada PLN EPI Suplai Batubara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCemburu Istri Diduga Selingkuh, Pria di Empat Lawang Tewas Dibacok dan Ditombak
Next Article Mayat Mengambang di Sungai Enim Gegerkan Warga Karang Raja
ADMIN

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,864 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,738 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,711 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?