RELUNG.ID- Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dijadwalkan menjadi sasaran aksi unjuk rasa sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam MBG Watch pada Rabu (10/6/2026) pukul 13.00 WIB.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai membebani keuangan negara dan sarat persoalan tata kelola.
MBG Watch terdiri dari sejumlah lembaga sipil, di antaranya Celios, Unitrend, Lapor Sehat, LBH Jakarta, Transparency International Indonesia, dan Bareng Warga.
Dalam poster ajakan aksi yang beredar di media sosial, kelompok tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap pelaksanaan program MBG meski telah terjadi pergantian pimpinan di tubuh BGN.
“Aksi Geruduk BGN, kami sudah muak dengan MBG,” demikian bunyi poster yang beredar.
Massa aksi juga mengajak masyarakat yang ingin bergabung untuk membawa panci, sutil, hingga struk belanja sebagai simbol protes terhadap penggunaan anggaran negara dalam program tersebut.
“Kalau suara kami masih juga tidak didengar, maka kami turun ke jalan. Ayo makin berisik! Ayo rame-rame geruduk BGN,” tulis ajakan dalam poster itu.
Aksi ini berlangsung hanya dua hari setelah Presiden RI Prabowo Subianto melantik pimpinan baru BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Nanik S. Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala.
Pergantian pimpinan dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan tiga petinggi BGN periode sebelumnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Bagi para pengunjuk rasa, pergantian pejabat di tubuh BGN belum cukup untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.Sementara itu, pihak kepolisian menyiapkan pengamanan ketat untuk mengawal jalannya aksi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan sebanyak 214 personel gabungan telah disiagakan.
“214 personel gabungan (Polda, Polres, Polsek jajaran),” kata Erlyn dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, personel tersebut juga akan mengamankan sejumlah agenda penyampaian pendapat lainnya yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya.
Selain pengamanan, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi. Namun penerapannya akan dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Hingga menjelang aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN terkait tuntutan yang akan disampaikan massa maupun respons atas rencana demonstrasi tersebut.[YKP]

