RELUNG.ID – Pelaku rudapaksa bocah 12 tahun, Dwi Arianto (22) di Gandus Palembang terpaksa diberikan tindakan tegas terukur.
Pasalnya, pelaku melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian saat tengah pengembangan kasus.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Jedi Permana membenarkan, pihaknya telah berhasil mengungkap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Gandus.
“Terhadap pelaku, kita lakukan tindakan tegas terukur. Karena saat kita lakukan pengembangan untuk menunjukkan lokasi kejadian, dari terduga pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap personel yang bertugas,” kata Jedi.
Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026) siang, Jedi mengungkapan saat ini terduga pelaku telah diamankan di Polrestabes Palembang untuk dilakukan pemeriksaan terkait perbuatan yang telah dilakukannya.
“Kemudian dari pelaku tersebut ya, masih kita dalami untuk motifnya melakukan hal tersebut, dilatarbelakangi apa? Sementara masih kita dalami itu. Terduga pelaku memang sudah mengakui perbuatannya,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan berusia 12 tahun berinisial PS, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), menjadi korban kekerasan seksual oleh pria tak dikenal di kawasan Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami pendarahan serius dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan.
Ayah korban, NS (35), mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban hendak menonton hiburan tari India bersama seorang temannya.
Di tengah perjalanan, keduanya dihampiri seorang pria yang mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket ojek online.
Pelaku kemudian menawarkan untuk mengantarkan mereka ke lokasi acara dengan iming-iming uang.
“Anak saya mau nonton tari India berdua dengan temannya. Lalu datang pria berjaket ojek online menawarkan untuk mengantar,” ujar NS kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Teman korban sempat menolak ajakan tersebut. Namun pelaku terus membujuk hingga akhirnya korban ikut, sementara temannya memilih melarikan diri karena takut dan segera memberitahu orang tua korban.
Mendapat kabar tersebut, NS langsung mencari anaknya ke lokasi acara, namun tidak menemukannya. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban ditemukan berjalan seorang diri di jalan sepi dalam kondisi lemas dan panik.
“Saat ditemukan, anak saya terlihat ketakutan dan lemas. Setelah sampai di rumah, dia baru berani bercerita bahwa telah diperkosa,” jelasnya.
Korban sempat dibawa ke bidan terdekat. Namun karena mengalami pendarahan aktif, ia dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Anak saya mengalami pendarahan hebat dan harus dioperasi dengan empat jahitan. Operasinya dilakukan kemarin sekitar pukul 17.00 WIB,” tambah NS.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Gandus dan kini ditangani oleh Polrestabes Palembang.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, pelapor, dan sejumlah saksi.
“Kami fokus pada penguatan alat bukti serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran,” tutupnya. (DNP)

