RELUNG.ID – Istilah morning person atau orang yang aktif di pagi hari semakin populer di kalangan masyarakat, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya rutinitas harian yang sehat.
Morning person merujuk pada individu yang cenderung bangun lebih awal dan merasa lebih produktif di pagi hari dibandingkan malam hari.
Kebiasaan ini ternyata bukan hanya soal preferensi, tapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental.
Menurut studi terbaru yang diterbitkan oleh Journal of Psychiatric Research, individu yang memiliki kecenderungan sebagai morning person menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah dan risiko depresi yang lebih kecil dibandingkan mereka yang lebih aktif di malam hari (night owl).
Penelitian ini juga menemukan bahwa mereka cenderung memiliki pola tidur yang lebih teratur, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas tidur dan energi sepanjang hari.
Selain itu, morning person juga diketahui lebih produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Riset dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa orang yang memulai hari lebih awal lebih cenderung mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif, karena otak berada dalam kondisi paling segar di pagi hari.
Ini memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih baik dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan efisien.
Namun, menjadi morning person bukan sekadar soal bangun pagi. Ahli kesehatan menyarankan untuk memulai dengan rutinitas tidur yang konsisten, menghindari penggunaan gadget sebelum tidur, dan menjaga pola makan yang sehat.
Aktivitas seperti olahraga ringan di pagi hari dan paparan sinar matahari pagi juga dapat membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian, yang pada akhirnya membuat seseorang lebih nyaman bangun di pagi hari.
Bagaimana, berniat mencoba Morning Person? Yuk dicoba… (AAL)

