RELUNG.ID – Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat di lapangan sepak bola Desa Pelawe, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (29/5/2026).
Ratusan warga berkumpul mengikuti tradisi Sedekah Rame, sebuah kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Tradisi ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus doa bersama agar desa dijauhkan dari marabahaya dan diberikan keberkahan rezeki.
Warga tampak membawa berbagai hasil kebun dan makanan tradisional untuk dinikmati bersama. Nuansa kekeluargaan begitu terasa saat masyarakat duduk bersila, saling bercengkerama, hingga mengikuti rangkaian doa bersama.
Kepala Dusun IV Desa Pelawe, Iwan, mengatakan Sedekah Ramei menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa karena bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk harapan dan ikhtiar bersama.
“Sedekah Ramei ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat sebagai bentuk doa bersama agar desa dijauhkan dari marabahaya serta diberikan hasil alam yang melimpah,” ujar Iwan.
Menurutnya, masyarakat berharap hasil alam yang sempat berkurang dapat kembali melimpah seperti dahulu. Tidak hanya hasil kebun, warga juga berharap hasil sungai dan buah-buahan kembali mudah didapat.
“Kalau bahasa dusun kami, seperti ikan mudik tidak sampai ke desa kami. Jadi masyarakat berharap hasil alam seperti ikan, durian, duku, dan buah-buahan lainnya kembali banyak,” katanya sambil tersenyum.
Dalam kegiatan tersebut, doa bersama dipimpin oleh H Abu Hurairah. Warga memanjatkan doa agar masyarakat Desa Pelawe selalu diberikan keselamatan, kesehatan, ketenteraman, serta keberkahan rezeki.
Bagi masyarakat Desa Pelawe, Sedekah Ramei bukan hanya tentang ritual adat, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan rasa syukur warga terhadap alam yang menjadi sumber kehidupan mereka. (NSR)

