Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Tambang Batu Bara Disebut Jadi Biang Kerusakan Lingkungan di Sumsel
Regional

Tambang Batu Bara Disebut Jadi Biang Kerusakan Lingkungan di Sumsel

alwiBy alwi29/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Tambang Batu Bara. (Dok WALHI Sumsel)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) 2026 kembali menjadi pengingat keras atas dampak destruktif industri pertambangan terhadap lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat.

Di Sumatera Selatan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai ekspansi tambang batu bara terus memperparah kerusakan ekologis dan mengancam ruang hidup warga.

Baca juga :   Dorong Pengusaha UMKM untuk Bersaing

Direktur Eksekutif WALHI Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada, mengatakan model pembangunan berbasis industri ekstraktif hingga kini masih terus dipertahankan meskipun dampak sosial dan ekologisnya semakin nyata dirasakan masyarakat.

“Industri tambang masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup dan ruang hidup masyarakat di Sumatera Selatan. Kerusakan ekologis terus terjadi sementara ekspansi tambang tetap berjalan,” ujar Ersyah, Jumat (29/5/2026).

Sumatera Selatan sendiri merupakan salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, produksi batu bara di provinsi ini mencapai sekitar 120,74 juta ton.

Baca juga :   Jembatan Muara Lawai Ambruk, Gubernur Sumsel Minta Polisi Tindak Tegas Truk Baru Bara

Tingginya angka produksi tersebut disebut menunjukkan ketergantungan terhadap energi fosil masih sangat besar.

Namun di balik besarnya produksi itu, masyarakat justru harus menghadapi berbagai dampak lingkungan seperti pencemaran sungai, kerusakan hutan, hilangnya lahan pertanian, konflik agraria, hingga meningkatnya risiko banjir dan longsor.

WALHI Sumsel mencatat sepanjang 2025 terjadi 201 bencana ekologis di Sumatera Selatan, terdiri dari 107 banjir, 27 tanah longsor, 66 kebakaran hutan dan lahan, serta satu banjir bandang.

Baca juga :   Izin Dispensasi PT DBU Berakhir 2025, Masyarakat Desak Pemkab Muara Enim Tidak Perpanjang

Salah satu kawasan yang kini menjadi sorotan adalah Bukit Kendi di Kabupaten Muara Enim. WALHI menilai aktivitas pertambangan di kawasan tersebut berpotensi merusak bentang alam, kawasan resapan air, dan memperbesar ancaman bencana ekologis.

“Wilayah perbukitan memiliki fungsi penting sebagai daerah tangkapan air dan penyangga kehidupan masyarakat. Namun kawasan ini justru terus menjadi target ekspansi industri tambang,” katanya.

Tak hanya itu, WALHI Sumsel juga mencatat sejak 2001 hingga 2024, Sumatera Selatan telah kehilangan sekitar 3,26 juta hektare tutupan pohon akibat ekspansi tambang batu bara, perkebunan sawit, dan hutan tanaman industri (HTI).

Baca juga :   Firdaus Hasbullah Desak Sriwijaya Tansri Energi Tanggung Jawab atas Pencemaran Lingkungan, Segera Laporkan ke Pusat

Sementara itu, sekitar 733.756 hektare kawasan hutan di Sumsel kini berada dalam kondisi kritis. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti eksploitasi sumber daya alam terus berlangsung tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

WALHI juga menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di Sumatera Selatan. Berdasarkan data Kementerian ESDM, Sumsel menjadi daerah dengan laporan tambang ilegal terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 25 hingga 26 laporan kasus.

Dalam momentum Hari Anti Tambang 2026, WALHI Sumsel mendesak pemerintah menghentikan penerbitan izin tambang baru, mengevaluasi izin tambang bermasalah, menghentikan aktivitas tambang di Bukit Kendi, serta memulihkan lingkungan yang rusak akibat aktivitas pertambangan.

Baca juga :   Besok, Tarif Angkutan Penyebrangan Mulai Naik, Segini Harganya

Selain itu, WALHI juga mendorong percepatan transisi energi yang adil dan berkelanjutan agar Sumatera Selatan tidak terus bergantung pada industri ekstraktif berbasis batubara.

“Tambang hanya menghadirkan keuntungan bagi korporasi, sementara masyarakat menanggung kerusakan lingkungan, kehilangan sumber penghidupan, dan ancaman bencana ekologis. Sudah saatnya Sumatera Selatan keluar dari ketergantungan terhadap industri ekstraktif,” tutupnya. (DSK)

Kerusakan Lingkungan Tambang Batu Bara Walhi Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSebelum Dibakar dan Dibuang di Jembatan Enim III, Pelaku Bawa Jasad Korban dengan Ember
Next Article Mengenal Sedekah Rame di Musi Rawas, Tradisi Bentuk Syukur Atas Hasil Bumi
alwi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,936 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,806 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,779 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?