RELUNG.ID – Pagi baru saja merekah di Kelurahan Air Kuti, Lubuklinggau Timur I, Rabu (22/9/2025). Namun halaman Posyandu Kamboja V sudah ramai oleh tawa dan langkah kecil anak-anak.
Di antara riuh suara balita yang merengek dan ibu-ibu yang menenangkan, aroma nasi hangat bercampur bumbu kuning menyeruak lembut ke udara.
Hari itu bukan hari biasa. Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres Lubuklinggau membagikan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Sebuah inisiatif sederhana yang menyentuh langsung dapur keluarga.
“Anak saya biasanya pilih-pilih makan. Tapi tadi habis semua,” ujar Lina (27), sambil menepuk pundak putranya yang asyik mengunyah potongan buah semangka. Di wadah logam kecilnya tersaji nasi hangat, ayam suwir bumbu kuning, sayur bayam bening, dan buah potong segar.
Bagi sebagian orang, menu itu mungkin sederhana. Tapi bagi Lina dan banyak ibu lain di sekitar Posyandu, itu adalah anugerah.
“Kalau lagi pas-pasan, lauknya paling telur atau tempe. Jadi alhamdulillah, ada bantuan seperti ini. Anak saya bisa makan lengkap,” tambah Siti Mariam (32), ibu hamil tujuh bulan yang tampak haru sambil mengelus perutnya.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar membagi nasi kotak. Di baliknya ada tekad besar untuk menyiapkan generasi yang lebih sehat sejak dalam kandungan.
“Fokus kami adalah kesehatan ibu dan anak. Kami ingin membangun kesadaran bahwa gizi seimbang itu kunci masa depan,” kata Fany Adhitya, Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Polres Lubuklinggau.
Di dapur yang tak pernah benar-benar sepi itu, setiap panci dan sendok membawa misi yang besar, melawan gizi buruk, menyalakan harapan.
Karena bagi mereka, menjaga keamanan bukan hanya soal menertibkan jalan atau menegakkan hukum tapi juga menjaga agar anak-anak Lubuklinggau tumbuh kuat, cerdas, dan bahagia.
“Dari sepiring makanan bergizi, lahir generasi yang akan menjaga masa depan kota ini,” ujar Fany menutup hari, sambil menyaksikan truk pengantar makanan berangkat ke posyandu pertama pagi itu.
Bersama jajaran Polres Lubuklinggau, mereka tak hanya menyalurkan makanan, tapi juga memastikan setiap porsi aman dan sesuai standar kesehatan.
“Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup mendampingi kami agar dapur memenuhi standar SLHS,” jelas Kompol M. Syamsul Zachri, Wakapolres Lubuklinggau.
Menurutnya, pengawasan ketat dilakukan setiap hari. Kasi Dokkes Polres memastikan setiap makanan yang keluar dari dapur layak konsumsi dan bergizi seimbang. (NSR)

