RELUNG.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Komisi XI DPR RI menyepakati Asumsi Dasar Ekonomi Makro (ADEM) untuk tahun 2026.
Salah satu indikator ADEM 2026 ini mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah terhadap AS serta tingkat suku bunga SBN 10 tahun.
Dalam raker tersebut disepakati, untuk pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2 persen hingga 5,8 persen. Untuk inflasi sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar yakni sebesar Rp16.500 sampai Rp16.900 per dolar.
Serta tingkat suku bunga SBN 10 tahun pada 6,6 persen hingga 7,2 persen.
Sementara itu, target pembangunan mencakup pengurangan tingkat pengangguran terbuka ke kisaran 4,44 persen 4,96 persen, kemiskinan 6,5 persen sampai 7,5 persen, dan kemiskinan ekstrem ditekan hingga 0 hingga 0,5 persen.
Menkeu, Sri Mulyani menegaskan, pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal dan fokus pada belanja yang berkualitas.
RAPBN 2026 dirancang secara ekspansif, terarah, dan terukur, dengan defisit dijaga pada kisaran 2,53% terhadap PDB.
“Kesepakatan dalam Raker Komisi XI ini selanjutnya akan dilanjutkan proses pembahasannya di Badan Anggaran DPR RI, dan menjadi landasan awal bagi pemerintah dalam menyusun dokumen RAPBN 2026 secara lebih terarah dan responsif terhadap tantangan zaman,” pungkasnya. (LWM)

