Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Merendang Kue Maksubah, Jejak Tradisi Lebaran yang Tetap Hidup di Ogan Ilir
Regional

Merendang Kue Maksubah, Jejak Tradisi Lebaran yang Tetap Hidup di Ogan Ilir

alwiBy alwi21/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Oplus_16908288
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Aroma Lebaran biasanya identik dengan kue-kue yang dipanggang menggunakan oven modern. 

Namun di Desa Tebedak 2, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, tradisi lama justru tetap bertahan dan menjadi bagian penting dari perayaan hari raya.

Baca juga :   Masjid Agung As Salam Lubuklinggau Siapkan Ratusan Kupon Daging Kurban untuk Warga

Warga setempat masih setia melestarikan cara tradisional dalam mengolah kue khas Lebaran, yang mereka kenal dengan istilah merendang kue basah.

Metode ini digunakan untuk membuat sajian istimewa seperti kue maksubah dan lapis legit, dua kue yang lekat dengan kemewahan rasa khas Sumatera Selatan.

Alih-alih menggunakan oven listrik atau gas, warga memanfaatkan tutup khusus berbahan tanah liat yang dipanaskan menggunakan kayu bakar.

Baca juga :   Titip Kendaraan Gratis! Polres Lubuklinggau Siagakan 4 Posko Pengamanan Jelang Arus Mudik Lebaran

Tutup tersebut kemudian diletakkan di atas cetakan kue, sehingga panas perlahan meresap dan mematangkan adonan dari atas.

Tradisi ini bukan sekadar teknik memasak, melainkan ritual tahunan yang selalu dinantikan menjelang Idulfitri.

“Penutupnya dipanaskan dulu sampai benar-benar panas, lalu dipakai bergantian di atas cetakan kue,” ujar Sulvi, salah satu warga yang masih setia mempertahankan cara tersebut.

Baca juga :   Puncak Kemarau, Sumsel Dapat Tambahan 2 Helikopter Water Bombing untuk Karhutla

Prosesnya memang membutuhkan kesabaran. Tidak ada suhu digital atau timer otomatis.

Semua mengandalkan pengalaman dan kepekaan terhadap panas yang dihasilkan dari tanah liat. Namun justru di situlah letak keistimewaannya.

Kue yang dihasilkan dari proses merendang memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih legit.

Baca juga :   Gelombang Kedua Haji 2026 Dimulai, 445 Jemaah Kloter 11 Palembang Bersiap Langsung Umrah Wajib

Aroma khas yang muncul dari pemanggangan alami juga sulit ditiru oleh teknologi modern. Selain itu, kue cenderung lebih tahan lama dan tidak mudah basi.

Di balik kelezatannya, metode ini juga menyimpan nilai efisiensi.

Dengan memanfaatkan panas dari kayu bakar dan tanah liat, warga dapat menghemat penggunaan gas dan listrik—sebuah solusi sederhana di tengah meningkatnya biaya hidup.

Baca juga :   Lima Tips Sehat Tanpa Kolesterol Saat Lebaran, Bisa Tetap Menikmati Hidangan Lho!

Lebih dari sekadar cara memasak, merendang menjadi simbol kearifan lokal yang terus dijaga.

Di tengah arus modernisasi, warga Desa Tebedak 2 membuktikan bahwa tradisi tidak harus ditinggalkan, melainkan bisa berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman.

Bagi mereka, merendang bukan hanya tentang menghasilkan kue Lebaran yang lezat, tetapi juga tentang merawat identitas budaya, mempererat kebersamaan, dan merayakan kesederhanaan yang penuh makna. (SLM) 

Idulfitri 1447 H Kue Lebaran Maksubah Merendang Tradisi Lebaran
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLebaran di Lubuklinggau, Usai Salat Idulfitri Warga Gelar Tradisi Pantauan
Next Article Usai Salat Id, Sampah Koran Berserakan di Kawasan Masjid Agung hingga Ampera
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,756 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?