RELUNG.ID – Warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan masih tetap menjaga dan meneruskan tradisi Pantauan.
Tradisi Pantauan ini disebut bertamu atau bersilaturahmi atau singgah ke rumah-rumah tetangga di lingkungan Rukun Tetangga (RT) usai melaksanakan sholat Idulfitri yang dilaksanakan warga RT 6, RT 7 dan RT 8.
Dalam tradisi ini, biasanya rombongan setiap RT dibagi perkelompok. Dimana setiap kelompok biasanya berjumlah 10 sampai 15 orang.
Pelaksanaan Pantauan dilaksanakan hingga dengan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.
“Setiap rumah kita singgahi untuk bersilaturahmi dan melakukan doa bersama usai santap menu yang disajikan tuan rumah,” kata Didit Rasidi pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Kemudian setelah 10 menit bersilaturahmi, Pantauan kembali dilaksanakan ke rumah-rumah tetangga yang lainnya secara bergilir.
“Tradisi ini masih terus bertahan dari orang tua-orang tua kita dulu, sekarang tradisi ini berlanjut ke yang muda-muda,” ujarnya.
Sementara itu Ansyori Malik, salah seorang warga yang mengikuti tradisi Pantauan mengaku tradisi ini rutin dilaksanakan warga di RT 6, 7 dan 8 tempat tinggalnya setiap hari raya Idulfitri maupun Idul Adha.
“Sama seperti Sanjo (bertamu). Tapi tradisi Pantauan disela-sela bertamu itu, rombongan melaksanakan doa bersama dengan mendoakan pemilik rumah yang disinggahi agar selalu dilimpahkan rezeki, panjang umur dan dapat bertemu kembali di hari raya tahun depan,” pungkasnya. (NSR)

