RELUNG.ID- Di tengah kenaikan harga minyak goreng premium, keberadaan minyak subsidi “Minyakita” mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar di Kota Palembang. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat dan pedagang karena Minyakita selama ini menjadi pilihan utama akibat harganya yang lebih terjangkau.
Salah satu pedagang sembako di kawasan Pasar 26 Ilir, Ratna, mengatakan kelangkaan Minyakita mulai dirasakan sejak sekitar satu minggu terakhir, berbarengan dengan kenaikan harga minyak goreng di pasaran.
“Sejak ada kenaikan harga minyak, Minyakita mulai langka. Kalau pun ada stok dari suplayer, jumlahnya jauh berkurang dari biasanya,” ujar Ratna, Kamis (24/4/2026).
Menurutnya, Minyakita banyak diminati karena selisih harga yang cukup jauh dibandingkan minyak goreng lain. Minyak goreng kemasan premium ukuran 900 mililiter dijual sekitar Rp22 ribu, sedangkan Minyakita ukuran 1 liter sebelumnya dijual Rp15.600.
“Selisih hampir Rp6 ribu per liter. Biasanya kami bisa jual sampai dua dus, sekarang kosong sama sekali. Mungkin nanti ada kenaikan harga,” katanya.
Sementara itu, di salah satu ritel kawasan Plaju Ulu, stok Minyakita masih tersedia namun dalam jumlah terbatas. Pembelian juga dibatasi, di mana setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal dua pouch atau dua liter per orang per hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Palembang, Yulius Priansyah, mengatakan pihaknya bersama Bulog Sumatera Selatan telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk di Pasar Lemabang.
Dari hasil peninjauan, Minyakita masih ditemukan di pasaran dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp17.000 per liter.
“Harga tersebut memang sudah mengalami penyesuaian dari sebelumnya Rp15.600 menjadi Rp17.000 per liter,” jelas Yulius.
Ia menambahkan, pembelian Minyakita kini memang dibatasi dengan ketentuan wajib membawa KTP serta maksimal dua liter per orang per hari.
“Minyakita tetap tersedia, namun penjualannya dibatasi untuk mencegah penimbunan dan memastikan distribusi merata ke masyarakat,” pungkasnya.[CKM]

