RELUNG.ID- Misteri kematian ADP (37), diplomat Kementerian Luar Negeri, terus bergulir. Sejumlah fakta baru bermunculan, termasuk keberadaan sebuah amplop cokelat berisi simbol-simbol aneh yang diterima keluarga usai kepergian ADP.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mochammad Choirul Anam, mengungkapkan amplop misterius itu berisi potongan styrofoam berbentuk bunga, bintang, dan hati. Temuan ini diketahui saat Kompolnas menyambangi rumah keluarga ADP di Yogyakarta.
“Amplop cokelat itu tidak diserahkan ke Kompolnas, kami hanya melihat fotonya. Kami lalu menyarankan agar keluarga menyerahkannya ke penyidik Polda Metro Jaya,” ujar Anam, Minggu (24/8/2025).
Menurut Anam, staf Kompolnas bahkan ikut mendampingi proses penyerahan amplop tersebut ke penyidik.
Kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, menambahkan amplop itu diterima saat acara pengajian almarhum pada 9 Juli 2025.
“Ada seorang pria tak dikenal yang datang membawa amplop cokelat berisi simbol dari gabus putih, berupa bintang, hati, dan bunga kamboja. Kami meminta polisi mendalami makna simbol-simbol ini,” jelas Nicholay dalam konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (23/8/2025).
Sementara itu, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menyampaikan hasil penyelidikan kematian ADP yang ditemukan meninggal di kamar kosnya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyebut sejauh ini penyidik belum menemukan unsur pidana.
“Indikator yang ada mengarah pada kesimpulan ADP meninggal tanpa keterlibatan pihak lain. Namun, kasus ini belum ditutup dan tetap terbuka terhadap informasi baru,” kata Wira, Selasa (29/7/2025).
Autopsi yang dilakukan tim forensik RSUPN Cipto Mangunkusumo mengungkap sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya lecet di wajah dan leher, luka terbuka di bibir, memar pada wajah dan lengan kanan, serta tanda-tanda perbendungan.
Pemeriksaan organ dalam juga menemukan darah berwarna gelap, lendir serta busa halus di tenggorok, paru-paru sembab, dan perbendungan di seluruh organ tubuh. Namun, tidak ditemukan penyakit atau zat berbahaya yang bisa mengganggu pertukaran oksigen.
“Penyebab kematian adalah gangguan pertukaran oksigen pada saluran napas atas yang menyebabkan mati lemas,” jelas dr. G. Yoga Tohijiwa, Sp.F.M., dokter forensik RSCM.
Meski polisi menyebut belum ada indikasi tindak pidana, keberadaan amplop cokelat berisi simbol misterius yang diterima keluarga memunculkan tanda tanya baru.
Pihak keluarga pun berharap aparat penegak hukum benar-benar mendalami setiap temuan untuk mengungkap tabir kematian diplomat asal Yogyakarta tersebut.[YKP]

