RELUNG.ID – Aksi perampokan terjadi di rumah seorang warga lanjut usia, kakek Samsudin (60) di Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang, Kamis (25/9/25) malam..
Akibat kejadian tersebut, korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang karena mengalami luka lebam akibat dianiaya dengan kayu, dipukuli dan diikat para pelaku perampokan.
Berdasarkan informasi, kejadian nahas terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, ada orang tidak dikenal mampir ke rumah Samsudin dan berpura-pura meminta minum.
Korban sempat curiga dengan orang asing tersebut. Namun, pelaku ini menjawab jika berasal dari Perumnas MTS.
“Biasanya jarang ada orang asing yang mampir di sekitar rumah, karena memang lokasinya masih sepi,” kata kerabat korban, Hendri, Jumat (26/9/2025).
Namun, setelah orang pertama pergi. Datanglah tiga orang dan langsung masuk hingga melakukan penganiayaan terhadap korban.
Hendri pun menduga para pelaku ini mencari uang. Mengingat, korban baru saja menjual rumah yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Samping SPBU. Sayangnya, para pelaku tidak menemukan uang tersebut dan hanya mengambil sebuah ponsel.
Meski demikian, korban dianiaya para pelaku dengan dipukul menggunakan kayu serta diikat hingga tidak berdaya. Setelah itu, para pelaku kabur karena aksinya ketahuan warga sekitar.
“Ada warga yang baru balik dari kebun mendengar ada yang ribut-ribut. Akhirnya pelaku kabur ke arah Kantor Lurah,” urainya.
Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat ada satu mobil pickup putih membawa satu motor dan diikuti satu motor lain yang melintas cukup kencang ke arah Kantor Lurah usai kejadian. Diduga, kendaraan ini digunakan oleh para pelaku.
Korban Samsudin oleh warga langsung dilarikan ke RSUD Empat Lawang. “Saat kejadian, Mang Sam ini sendirian di rumah. Istrinya mungkin sedang pergi,” tambah Hendri.
Plh Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, Iptu Adin Riyanto membenarkan peristiwa penganiayaan disertai perampokan ini. “Sejauh ini hanya handphone yang hilang, kami masih menunggu dan mengecek kondisi yang bersangkutan,” ujar Iptu Adin.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk memburu komplotan perampok tersebut,” pungkasnya. (SLM)

