RELUNG.ID – Google mengumumkan kebijakan baru yang akan membuat pengguna Android lebih mudah mengidentifikasi aplikasi yang dapat menguras daya baterai secara berlebihan.
Mulai 1 Maret 2026, Google Play Store akan menampilkan peringatan khusus pada aplikasi yang terbukti mengonsumsi baterai lebih cepat akibat aktivitas latar belakang yang berlebihan.
Dalam pengumuman di blog resminya, Google menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi penggunaan daya pada perangkat Android.
Langkah tersebut juga didukung oleh penerapan metrik baru yang disebut “excessive partial wake locks” atau penguncian bangun parsial yang berlebihan.
Metrik ini pertama kali diuji dalam versi beta awal tahun 2024 dan dikembangkan bersama Samsung untuk mendeteksi aplikasi yang membuat perangkat tetap aktif terlalu lama tanpa alasan yang jelas. Kini, sistem tersebut tersedia bagi seluruh pengembang aplikasi Android.
Google menetapkan ambang batas perilaku buruk (bad behavior threshold) untuk menentukan apakah sebuah aplikasi tergolong boros daya.
Aplikasi akan diberi peringatan apabila aktivitasnya menyebabkan perangkat tetap “terjaga” lebih dari dua jam dalam periode 24 jam, tanpa alasan teknis yang dibenarkan.
Namun, Google menegaskan bahwa penguncian layar yang sah, seperti untuk pemutaran musik, panggilan telepon, atau transfer data penting, tidak akan dihitung dalam metrik tersebut.
Selain itu, aplikasi akan dianggap melanggar ambang batas apabila 5 persen atau lebih sesi pengguna menunjukkan aktivitas penguncian layar berlebihan dalam periode 28 hari.
Jika hal ini terjadi, Google dapat menampilkan peringatan di halaman aplikasi Play Store dan bahkan mengecualikan aplikasi tersebut dari rekomendasi toko.
Kebijakan ini diharapkan mendorong pengembang untuk lebih memperhatikan efisiensi daya dan mengoptimalkan penggunaan latar belakang aplikasi mereka.
Bagi pengguna, fitur baru ini menjadi alat tambahan untuk menjaga daya tahan baterai perangkat tetap optimal. (LWM)

