RELUNG.ID – Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengakibatkan empat unit rumah hanyut terseret arus serta satu jembatan putus akibat derasnya aliran Sungai Rupit.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Hasbi, mengatakan rumah yang hanyut masing-masing satu unit berada di Desa Suka Menang dan tiga unit lainnya di Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya. Sementara itu, jembatan yang putus berada di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit.
“Arus sungai sangat deras sehingga menyebabkan rumah warga hanyut dan satu jembatan terputus,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Banjir diketahui merendam ribuan rumah yang tersebar di 13 desa pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit.
Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah terdampak meliputi Desa Tanjung Agung, Desa Terusan, Desa Suka Menang, Desa Embacang Ilir, Desa Embacang Lama, dan Desa Embacang Baru. Sedangkan di Kecamatan Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Desa Noman Baru, Desa Noman Lama, Desa Batu Gajah Baru, Desa Batu Gajah Lama, Desa Maur Baru, dan Desa Maur Lama.
Hasbi menjelaskan, dari 13 desa terdampak, tiga desa di Kecamatan Karang Jaya mulai mengalami penurunan debit air, yakni Desa Terusan, Desa Tanjung Agung, dan Desa Suka Menang. Namun, di 10 desa lainnya, ketinggian air masih terus meningkat.
“Debit air di beberapa lokasi sudah mencapai setinggi dada orang dewasa, bahkan ada yang mencapai dua meter,” katanya.
BPBD Muratara telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan evakuasi warga apabila diperlukan. Masyarakat juga diimbau tetap waspada mengingat potensi kenaikan debit air masih dapat terjadi.
“Tim TRC sudah siaga di lokasi untuk membantu proses evakuasi jika ada warga yang terjebak banjir,” tambahnya.
Meski kerugian material cukup besar, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Sebagian warga yang terdampak banjir memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. (LTM)

