RELUNG.ID – Puncak musim kemarau di Sumatera Selatan mulai meningkatkan ancaman kekeringan di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh wilayah kini masuk status awas kekeringan meteorologis pada dasarian I September 2026.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumatera Selatan Nandang Pangaribowo mengatakan wilayah yang masuk kategori awas yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.
“Minimnya tutupan awan serta potensi awan yang mengandung curah hujan terpantau sangat minim,” kata Nandang.
Selain tujuh wilayah berstatus awas, BMKG mencatat Kota Palembang dan Prabumulih berada pada status siaga kekeringan meteorologis.
Sementara itu, Kabupaten Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, serta Kota Lubuk Linggau masih berada pada status waspada.
“Peningkatan status kekeringan tersebut terjadi ketika Sumsel memasuki periode puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sepanjang September 2026,”kata dia.
Kondisi tahun ini juga patut diwaspadai karena musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Curah hujan yang turun pun diprediksi berada di bawah normal.
“Fenomena El Nino turut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumsel,”kata dia.
Dirinya menyebutkan situasi semakin diperparah dengan minimnya tutupan awan. Kondisi tersebut membuat pembentukan awan penghasil hujan menjadi lebih sulit sehingga peluang terjadinya hujan di sejumlah wilayah semakin rendah.
Oleh sebab itu, pihaknya mengingatkan dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air. Kondisi lahan yang semakin kering juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama selama puncak musim kemarau.
“Masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi kebutuhan air serta potensi kebakaran di wilayah yang kondisi lahannya mulai mengering,” tutupnya. (THQ)

