RELUNG.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap hewan liar, terutama ular, yang mulai sering muncul di permukiman.
Imbauan ini disampaikan setelah tim Animal Rescue kembali mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang 1,5 meter dari dapur rumah warga di Talang Ubi Barat, Sabtu (25/10/2025) pagi.
Plt Kepala Dinas Damkar PALI, Jery Ardiansyah, mengatakan bahwa sejak awal Oktober, pihaknya mencatat peningkatan signifikan laporan dari masyarakat terkait keberadaan hewan liar seperti ular, biawak, dan lebah yang masuk ke rumah warga.
“Memasuki musim hujan, suhu lingkungan menjadi lembap. Ular biasanya mencari tempat hangat seperti dapur, gudang, atau sela-sela lemari. Dalam dua pekan terakhir, laporan semacam ini naik hampir dua kali lipat,” ujar Jery saat dikonfirmasi.
Dalam kejadian terbaru, seekor ular sanca ditemukan bersembunyi di bawah lemari dapur rumah milik Meli, warga Talang Jawa, Kelurahan Talang Ubi Barat. Ular itu berhasil diamankan oleh tim rescue sekitar pukul 07.30 WIB setelah dievakuasi menggunakan tiga stik ular.
“Petugas kami bergerak hanya tiga menit setelah laporan masuk. Evakuasi berjalan aman tanpa korban. Ular kemudian kami lepaskan kembali ke habitat alaminya,” kata Jery.
Ia menegaskan, evakuasi hewan liar merupakan bagian dari tugas non-kebakaran yang rutin dilakukan pihaknya. Tahun ini, Damkar PALI mencatat lebih dari 40 laporan serupa, sebagian besar melibatkan ular yang masuk ke dapur dan kamar mandi warga.
“Kami selalu siaga 24 jam. Masyarakat bisa langsung melapor ke nomor layanan darurat Damkar jika menemukan hewan berbahaya. Jangan coba menangani sendiri,” tambahnya.
Meli, pemilik rumah, mengaku trauma setelah kejadian itu. “Saya mau masak, tiba-tiba dengar suara di bawah lemari. Pas saya lihat, ternyata ular besar melingkar. Langsung panik dan panggil Damkar,” tuturnya.
Jery kembali mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menutup celah masuk di rumah, terutama saat musim hujan. “Kebanyakan kasus terjadi karena halaman rumah banyak semak dan sisa makanan yang mengundang tikus, mangsa utama ular,” pungkasnya. (KPB)

