RELUNG.ID – Nintendo mengumumkan kepada GameStop dan peritel lainnya bahwa pre-order untuk sistem Switch 2 di Amerika Serikat ditunda.
Hal ini menyusul, upaya perusahaan untuk menilai potensi dampak tarif impor serta kondisi pasar yang terus berubah.
Meskipun pre-order AS ditunda, Nintendo menegaskan bahwa peluncuran global Switch 2 akan tetap berlangsung pada 5 Juni, dengan tanggal pre-order baru akan diumumkan kemudian.
Keputusan penundaan ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan kebijakan tarif impor baru.
Pada hari yang sama, Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen untuk impor global ke AS mulai 5 April, serta tarif timbal balik pada banyak negara mulai 9 April.
Kebijakan ini segera berdampak pada pasar global, yang terlihat dari penurunan saham di AS, Jepang, dan negara lainnya.
Nintendo telah mengalihkan sebagian produksi Switch asli dari China ke Vietnam sejak 2019, sebagai respons terhadap kebijakan perdagangan di era pemerintahan Trump.
Menurut laporan Financial Times, pabrik-pabrik di Vietnam dan Kamboja kini memproduksi lebih dari setengah perangkat keras Nintendo yang ditujukan untuk pasar AS.
Untuk mengantisipasi kenaikan tarif, perusahaan juga telah menimbun ratusan ribu unit Switch 2 di Amerika Serikat sebelum penetapan tarif baru.
Selain AS, tarif baru juga memengaruhi berbagai negara dengan tarif resiprokal yang berbeda. Vietnam dan Kamboja menghadapi tarif tertinggi masing-masing sebesar 46 persen dan 49 persen.
Sementara Jepang dan China dikenakan tarif 24 persen dan 34 persen dengan total tarif untuk produk dari China mencapai 54 persen karena penambahan tarif yang sudah berlaku sebelumnya.
Pemerintah AS menyatakan kemungkinan penyesuaian tarif lebih lanjut, tergantung pada respons negara-negara mitra dagang.
Kebijakan tarif ini tidak hanya berdampak pada industri video game, tetapi juga pada mainan, figur, dan barang dagangan lain yang diproduksi di berbagai negara Asia seperti China, Vietnam, dan Jepang. (LWM)

