RELUNG.ID – Dalam upaya memperkuat posisi kopi sebagai komoditas unggulan Sumatera Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan mitra industri jasa keuangan melaksanakan program Eksplorasi Potensi Kopi Sumsel yang dimulai pada 15 Juni 2025.
Program ini bertujuan menciptakan ekosistem kopi yang berkelanjutan dan berdaya saing ekspor, sekaligus meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan petani, terutama di daerah penghasil utama seperti Lahat dan Pagar Alam.
Program ini mencakup dialog langsung dengan para petani kopi di Kota Pagar Alam. Salah satunya dilakukan di Desa Jokoh, tempat lebih dari 30 petani menyampaikan aspirasi mereka, seperti kebutuhan alat pengering kopi (dome), pembinaan teknis, serta kemudahan akses pembiayaan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pagar Alam, Dahnial Nasution mengapresiasi perhatian yang diberikan pusat, dan provinsi kepada para petani di Kota Pagar Alam.
“Aspirasi dari Desa Jokoh akan menjadi catatan penting dalam penguatan program pembinaan dan pemberdayaan ke depan,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Selasa (24/6/2025)
Sementara itu, Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto mengatakan, pihaknya sengaja turun langsung untuk mendengarkan suara dan keluhan para petani. Menurutnya, mendengarkan langsung adalah kunci menyusun kebijakan yang relevan.
“Kami ingin memastikan bahwa rantai nilai kopi, dari petik hingga ekspor, mendapat dukungan pembiayaan inklusif dan perlindungan usaha,” jelas Arifin.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen OJK dalam mendorong kopi menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pendekatan inklusif dan kolaboratif lintas sektor.
“Eksplorasi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan dan program strategis yang mendukung transformasi sektor kopi Sumsel,” pungkasnya. (CKM)

