RELUNG.ID – Usai viral video warga Lubuklinggau menemui Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau membuka ruang pengaduan.
Ruang pengaduan ini untuk menampung pengaduan dari masyarakat khususnya di Kota Lubuklinggau.
Wakil Wali Kota (Wawako) Lubuklinggau, Rustam Effendi telah melihat video adanya seorang warga Lubuklinggau yang mendatangi kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat meminta agar anaknya dimasukan ke barak militer karena kecanduan narkoba.
“Kalau dia ada sesuatu, itu kan kita tidak tahu. Dengan ini kita tidak bisa mengekang masyarakat, kita tidak tahu keinginannya apa,” kata Rustam Effendi pada Selasa, (24/6/2025).
Namun terkait dengan narkoba, Rustam menjelaskan hal itu sudah menjadi bencana Nasional dan harus dilawan. Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian bersama dengan kondisi saat ini.
Pemkot Lubuklinggau sendiri telah mempersiapkan ruang pengaduan untuk masyarakat. Saat ini ruang tersebut sedang dibuat yang berada di ruang pertama Pemkot Lubuklinggau.
“Sekarang lagi dibuat di Pemkot di ruang pertama. Ruang pengaduan, kita tampung pengaduan masyarakat itu. Yang jelas lagi disiapkan tempatnya. Kemarin sudah diukur oleh orang PU (Pekerjaan Umum),” ungkapnya.
Ditempat terpisah Kapolres Lubuklinggau, AKBP Adhitia Bagus Arjunadi angkat bicara terkait dengan pengaduan warga Lubuklinggau yang datang menemui KDM.
Dalam video itu, warga Lubuklinggau tersebut melapor terkait dengan anaknya yang kecanduan narkoba dan diduga saat menjalani rehab di Lubuklinggau malah diajak memakai oleh konselor.
“Tentu segala macam bentuk informasi yang kami terima seperti halnya ada dari medsos, tentunya akan kita dalami,” terangnya.
Sebab kata Kapolres, informasi-informasi begitu tentu berguna dan akan didalami sejauh mana keterkaitannya. Kalau memang itu semuanya terbukti, maka akan ditindak lanjuti pihaknya. (NSR)

