RELUNG.ID – Dalam rangka memperingati Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026, Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan (PABSS) akan menyelenggarakan Dharma Santi Nyepi yang dirangkaikan dengan Piodalan di Pura Agung Sriwijaya, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan Bulan Purnama Sasih Kedasa ini menjadi momentum penting bagi umat Hindu di Sumatera Selatan untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan nilai spiritualitas, serta memperkuat toleransi antarumat beragama.
Pengawas PABSS, IGB Surya Negara mengatakan, bahwa Dharma Santi Nyepi tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkokoh nilai kebhinekaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, serta menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pura Agung Sriwijaya memiliki peran strategis bagi umat Hindu di wilayah Sumatera Selatan. Selain sebagai tempat ibadah, pura ini juga merupakan bagian dari konsep Padma Buana Nusantara sebagai pura wilayah Indonesia bagian barat.
Pura tersebut diresmikan oleh Try Sutrisno pada 9 Juni 1982 saat menjabat sebagai Pangdam IV Sriwijaya.
Mulai tahun 2026, lanjut Surya Negara, penyelenggaraan piodalan dan Dharma Santi secara resmi dilaksanakan oleh PABSS, sejalan dengan peran lembaga adat di Bali dalam mengelola kegiatan keagamaan berbasis adat dan budaya.
Dalam pelaksanaan upacara, Ida Pedanda Putra Singarsa Manuaba tetap bertindak sebagai Yajamana dan telah dikukuhkan sebagai Yajamana seumur hidup oleh PABSS.
“Kami juga terus menjaga semangat gotong royong melalui sistem pengemong karya, di mana setiap daerah mendapat giliran menyiapkan sarana upacara,” tambahnya.
Untuk tahun ini, umat Hindu Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) bertugas sebagai pengemong karya, sementara umat Hindu Kota Palembang berperan sebagai panitia pendukung kegiatan.
Acara ini dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Gubernur Sumatera Selatan, jajaran Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Wali Kota Palembang, Bupati Badung, Bupati Banyuasin, Bupati OKU Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Hindu dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan juga direncanakan akan mengukuhkan pengurus PABSS tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Surya Negara berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat tradisi dan adat istiadat Hindu Bali di Sumatera Selatan, tetapi juga meningkatkan kontribusi umat Hindu dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.
“Ini juga menjadi bagian dari upaya kami menjaga nilai-nilai Pancasila serta menangkal paham-paham yang tidak sejalan dengan dasar negara,” tutupnya. (LWM)

