RELUNG.ID – Sebanyak empat helikopter water bombing (WB) dikerahkan untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Lebih dari 1,2 juta liter air dijatuhkan dari udara, namun kobaran api belum sepenuhnya teratasi.
Dari sekitar 63 hektare lahan yang terbakar di empat daerah, sebagian besar lokasi masih menyisakan asap setelah operasi pemadaman.
Hanya titik kebakaran di Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang dilaporkan berhasil dipadamkan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan operasi water bombing dilakukan di Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, dan OKI.
“Karhutla kemarin dikerahkan empat helikopter water bombing. Hingga akhir pemadaman kondisinya masih berasap, hanya di Jejawi, OKI yang berhasil padam. Sisanya di Banyuasin, Muara Enim, dan Muba masih berasap,” ujar Sudirman, Rabu (16/9/2026).
Banyuasin menjadi salah satu wilayah dengan titik kebakaran cukup luas. Pemadaman dilakukan di Muara Padang, Talang Kelapa, Rantau Bayur, dan Tanah Pilih.
Di Muara Padang, dua helikopter dikerahkan dan melakukan 125 kali penyiraman. Dari sekitar 15 hektare lahan yang terbakar, baru 4 hektare yang berhasil dipadamkan sehingga pemadaman akan kembali dilanjutkan.
Sementara di Talang Kelapa, luas lahan terbakar mencapai 6 hektare. Setelah 64 kali penyiraman, masih terdapat sekitar 2 hektare yang belum padam meski asap di lokasi sudah menipis.
Karhutla di Rantau Bayur juga masih menyisakan asap. Dari lahan yang terbakar seluas sekitar 5 hektare, pemadaman belum sepenuhnya berhasil dilakukan.
Kondisi serupa terjadi di Tanah Pilih. Dari 17 hektare lahan yang terbakar, baru sekitar 4 hektare yang berhasil dipadamkan setelah 30 kali penyiraman menggunakan helikopter WB.
Di Muara Enim, kebakaran terjadi di wilayah Gelumbang dengan luas lahan sekitar 12 hektare. Sebanyak 32 kali water bombing telah dilakukan, tetapi baru sekitar 4 hektare yang berhasil dipadamkan.
Sementara di Karang Agung, Muba, helikopter melakukan 20 kali penyiraman untuk menangani kebakaran di lahan seluas sekitar 10 hektare. Dari luasan tersebut, baru sekitar 4 hektare yang berhasil dipadamkan.
Berbeda dengan wilayah lainnya, operasi di Jejawi, OKI, menunjukkan hasil lebih baik. Sebanyak 24 kali water bombing dilakukan untuk memadamkan kebakaran di lahan sekitar 3 hektare dan lokasi tersebut dinyatakan sudah padam.
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 63 hektare,” kata Sudirman.
Meski operasi udara telah mengerahkan jutaan liter air, kondisi lahan yang masih mengeluarkan asap menunjukkan penanganan karhutla belum selesai. Pemadaman harus kembali dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar.
Sudirman mengatakan tim akan kembali melakukan pemadaman setelah patroli udara memastikan kondisi terkini di lapangan.
“Pemadaman akan dilanjutkan kembali hari ini seusai patroli udara melakukan pengecekan di lapangan,” imbuhnya. (THQ)

