RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang tak ingin sekadar menjadi peserta dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan. Kota Pempek itu bersiap tampil mencolok dengan membawa salah satu ikon budaya khasnya, Telok Abang, ke panggung nasional.
Tradisi yang selama ini identik dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dipilih sebagai wajah budaya Palembang dalam Karnaval Budaya Rakernas APEKSI yang akan digelar pada 28 Juni hingga 14 Juli 2026.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat persiapan Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Kamis (11/6/2026).
Plt Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan Telok Abang merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis sekaligus daya tarik visual yang kuat untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Setiap menjelang HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Palembang selalu mengenal tradisi Telok Abang. Ini yang akan kami tampilkan dan kenalkan kepada peserta APEKSI di Medan,” ujar Sulaiman.
Telok Abang merupakan telur berwarna merah yang ditancapkan pada miniatur kapal, pesawat, atau bentuk kerajinan lainnya. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Palembang saat menyambut peringatan kemerdekaan.
Dalam Karnaval Budaya bertajuk “The Sparkling of Local Heroes & Culture“, Pemkot Palembang menyiapkan 40 Telok Abang sebagai simbol budaya yang akan dibawa ke Medan.
Sebanyak 20 Telok Abang akan diberikan kepada tamu VIP di panggung kehormatan, sementara 20 lainnya dibagikan kepada masyarakat yang menyaksikan jalannya karnaval.
Tak hanya mengandalkan Telok Abang, kontingen Palembang juga akan menampilkan nuansa budaya religius yang selama ini hidup di tengah masyarakat.
Para camat se-Kota Palembang dijadwalkan turun langsung dalam iring-iringan budaya dengan memainkan rebana sebagai bagian dari seni tradisional Syaropal Anam.
“Nanti para camat akan ikut menabuh rebana saat karnaval. Ini merupakan bagian dari tradisi seni dan budaya religius khas Palembang yang ingin kami tampilkan,” kata Sulaiman.
Menurutnya, keikutsertaan Palembang dalam Rakernas APEKSI bukan hanya untuk mempromosikan budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat posisi Palembang dalam forum nasional yang membahas arah pembangunan perkotaan di Indonesia.
Rakernas XVIII APEKSI 2026 sendiri akan diisi berbagai agenda strategis, mulai dari Youth City Changers (YCC), Indonesia City Expo (ICE) 2026, Ladies Program, Karnaval Budaya hingga sidang pleno para kepala daerah.
Melalui momentum tersebut, Pemkot Palembang berharap budaya lokal dapat semakin dikenal sekaligus menjadi bagian dari identitas kota yang membanggakan di tingkat nasional.
“Selain mempromosikan budaya, Rakernas APEKSI juga diharapkan melahirkan rekomendasi strategis untuk mewujudkan kota-kota di Indonesia yang lebih maju, tangguh, dan berdaulat,” pungkas Sulaiman. (DSK)

