RELUNG.ID – Komika Pandji Pragiwaksono dijatuhi sanksi adat oleh Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST), lembaga adat yang menaungi masyarakat Toraja.
Sanksi tersebut sebagai buntut candaan Pandji yang dianggap menyinggung adat dan budaya Toraja.
Ketua Umum TAST, Benyamin Rante Allo, mengatakan bahwa sanksi tersebut dijatuhkan berdasarkan asas “lolo patuan”, yakni bentuk pengorbanan simbolis untuk memulihkan keseimbangan antara dunia manusia (lino tau) dan dunia roh (lino to mate).
“Pandji dijatuhi sanksi berupa persembahan 48 ekor kerbau dan 48 ekor babi sebagai simbol pemulihan keseimbangan adat,” katanya.
Selain sanksi material berupa hewan kurban, Pandji juga dikenai sanksi moral atau “lolo tau” berupa kewajiban membayar Rp 2 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan adat, pengembangan pendidikan budaya, serta pemulihan simbol-simbol adat Toraja yang dinilai tercemar akibat pernyataan Pandji.
“Uang itu tidak untuk individu, tetapi akan dikelola untuk kepentingan masyarakat adat, pendidikan budaya, dan pemulihan kehormatan adat Toraja,” tegasnya.
Benyamin menambahkan, pihaknya masih membuka ruang dialog dengan Pandji untuk membicarakan pelaksanaan sanksi tersebut. Ia menegaskan bahwa sanksi masih bisa dibahas selama Pandji menunjukkan itikad baik untuk berkomunikasi dan meminta maaf secara adat.
Namun, Benyamin mengingatkan bahwa jika Pandji tidak menunjukkan niat baik, maka sanksi adat yang lebih berat dapat dijatuhkan.
“Jika tidak ada upaya komunikasi, sanksi bisa ditingkatkan menjadi sanksi spiritual berupa kutukan oleh tokoh adat,” ujarnya.
Menanggapi sanksi tersebut, Komika Pandji Pragiwaksono mengunggah story video animasi diakun instagramnya, unggahan tersebut menyebutkan, menuju adili idola, Pandji Pragiwaksono malah diadili suku Toraja.
Dia diadili gara-gara materi stand up nya 12 tahun lalu, saat dia masih suka joget anaconda. “Ya, semoga masalah ini cepat selesai karena panji sudah jauh berubah baik stand upnya maupun rambutnya,” kata unggahan tersebut.
“Lagian pemimpin yang banyak dosa aja mau dijadiin pahlawan, masa yang ini gak bisa dimaafkan,” tambahnya.
“Tapi kalau ada ketersinggungan karena materi-materi masa lalu, maka berhati-hatilah para roasting,” imbau video tersebut. (LWM)

