RELUNG.ID – Kebakaran yang terjadi di Pasar Inpres Gedung B Lantai II, Kota Muara Enim, Kamis dini hari (4/9/2025) menyebabkan 50 kios ludes terbakar.
Kios terbakar ini terdiri dari 46 kios pakaian dan 6 lainnya kios penjahit.
“Kami mendapatkan kabar kebakaran ini pukul 00.30 WIB, saat datang ke kios, api sudah besar,” kata salah satu pemilik kios pakaian, Surya.
Peristiwa ini tentunya menyisahkan kesedihan. Mengingat, dia telah membuka usaha pakaian ini sejak tahun 2021 lalu. Akibat kejadian tersebut, ada empat bal stok pakaian yang terbakar.
“Untuk kerugiannya sekitar puluhan juta, mengingat harga barang tiap tahunnya berubah,” katanya.
Dikatakan Surya, pasca kejadian ini pedagang sibuk mencari barang yang selamat. Meskipun nyatanya hampir 100 persen telah menjadi abu.
Surya mengatakan, bahwa pihaknya bersama pedagang lain tentu berharap ada solusi dan perhatian dari pemerintah terkait musibah yang menimpa para pedagang ini.
Hal senada diungkap pedagang lainnya, Nur mengatakan di kiosnya tidak satupun barang selamat, semua terbakar hangus.
“Beragam pakaian, semua terbakar. Seperti jaket, celana, kaos, dan banyak lagi lainnya. Kami belum tau hendak kemana dan akan bagaimana ke depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda Pasar Inpres Gedung B lantai II, Kota Muara Enim, Kamis (4/10) sekira pukul 00.20 WIB belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut, akibatnya pedagang merugi ratusan juta rupiah.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun tidak banyak yang bisa diselamatkan karena api dengan cepat membesar, puluhan kios pakaian dan kios penjahit terbakar habis
Dari informasi yang berhasil dihimpun petugas pemadam kebakaran mendapatkan info kejadian sekira pukul 00:30 WIB dan langsung menuju ke lokasi kebakaran.
Kabid Pemadam Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Muara Enim, Adi Sutrisno mengatakan setidaknya ada tiga unit pemadam dibantu 6 unit kendaraan Tanki supply milik BPBD, PDAM, PTBA dan PT PAMA diturunkan dibantu masyarakat mencoba memadamkan api.
Pihaknya menurunkan 19 anggota Damkar dibantu regu A dan regu C, dalam keterangannya api berhasil dipadamkan kurang lebih 4 jam
“Pemadaman kurang lebih 4 jam, pemadaman berjalan lancar dibantu juga oleh masyarakat yang berjibaku dan semua pihak, hanya saja ada kendala kabal listrik yang semrawut,” pungkasnya
Salah satu pemilik ruko, Nurhadi mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapatkan kabar dari keponakan, saat dirinya tiba di lokasi api sedang menyala dengan begitu besar.
Dalam pengakuannya Nur tidak sempat menyelamatkan beragam dagangannya, seperti kemeja, celana jeans, jaket, sweater dan beragam dagangan pakaian lainnya.
“Seluruh barang yang ada, ludes terbakar, habis,” ungkapnya.
Dirinya memperkirakan kerugian yang disebabkan kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sesuai dengan harga saat ini, karena harga sekarang sudah tinggi berbeda dengan tahun 90-an ujarnya.
Nur sendiri telah berjualan pakaian bekas (BJ) sejak anaknya belum sekolah dan kini telah berkeluarga, dirinya secara pasti tidak mampu mengingat sudah berapa tahun menggantungkan nasib dengan menjual pakaian di ruko tersebut. (NVS)

