RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempercepat penanganan bencana tanah longsor yang melanda Dusun II, Desa Epil, Kecamatan Lais.
Atas arahan Bupati Muba HM Toha Tohet langkah penanganan dilakukan secara menyeluruh mulai dari evakuasi warga, penyaluran bantuan, pendataan kerusakan hingga penyusunan rencana relokasi bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Muba, Marko Susanto menjelaskan, bencana longsor pertama terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tersebut dipicu abrasi Sungai Batanghari yang menggerus dinding penahan DAM hingga menyebabkan dua rumah mengalami rusak berat.
“Selanjutnya pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB terjadi longsor susulan di lokasi yang sama. Akibatnya, satu rumah kembali mengalami rusak berat,” katanya.
Menurutnya, longsor susulan terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga memperparah kondisi tanah di sekitar bantaran sungai.
Sebagai tindak lanjut arahan kepala daerah, BPBD Muba segera berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Selain mengevakuasi warga dan mendata kerusakan, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Muba menyiapkan relokasi warga ke lahan aset desa maupun tanah milik warga yang dinilai aman dari ancaman longsor.
Pemerintah juga akan menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan tembok penahan di titik longsor.
Sementara itu, solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pembangunan tembok DAM penahan di sepanjang kawasan rawan di bantaran Sungai Batanghari guna menekan risiko abrasi serta mencegah longsor yang dapat mengancam permukiman warga.
Penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD Muba, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Baznas Kabupaten Musi Banyuasin, Pemerintah Kecamatan Lais, serta Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin Heriyadi dari Daerah Pemilihan VII yang meliputi Kecamatan Lais dan Babat Supat.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 10 rumah yang terdampak akibat bencana tersebut. Tiga di antaranya mengalami kerusakan berat hingga roboh, sedangkan tujuh rumah lainnya berada di sepanjang pinggiran DAM dan masuk kategori rawan apabila terjadi longsor susulan.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di kawasan berisiko untuk meningkatkan kewaspadaan, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana lanjutan,” tutupnya.
Secara terpisah, Bupati Muba HM Toha Tohet menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia meminta warga yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari, Sungai Musi, maupun kawasan rawan longsor agar mematuhi arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di lokasi rawan agar tidak memaksakan tetap tinggal apabila kondisi sudah membahayakan. Pemerintah akan terus hadir memberikan bantuan, mempercepat penanganan, menyiapkan relokasi, serta membangun infrastruktur pengaman agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tutupnya. (DSK)

