RELUNG.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memastikan akan memberikan bantuan sebesar Rp20 juta kepada setiap kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di Jalan Maluku, RT 04, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.
Bantuan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat atau yang akrab disapa Yopi Karim saat meninjau lokasi kebakaran, Senin (20/7/2026).
“Kami akan berkoordinasi dengan Ketua RT setempat terkait penyaluran bantuan, baik berupa donasi, biaya pembangunan maupun bantuan lainnya. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak,” kata Yopi.
Menurutnya, setiap korban akan menerima Bantuan Tanggap Darurat (BTD) sekitar Rp20 juta untuk membantu pembangunan kembali rumah yang hangus terbakar.
“Bentuk bantuan yang kita keluarkan sekitar Rp20 juta per korban. Pelaksanaannya akan dilakukan secepatnya,” ujarnya.
Kebakaran yang terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.50 WIB itu menghanguskan sedikitnya 11 rumah warga dan menyebabkan puluhan orang kehilangan tempat tinggal.
Yopi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah, kebakaran tersebut diduga bukan akibat kelalaian, melainkan adanya unsur kesengajaan. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku pembakaran.
“Kita minta proses hukumnya benar-benar berjalan karena peristiwa ini telah mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain menyiapkan bantuan, Pemkot Lubuklinggau juga akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait status lahan yang ditempati para korban.
Menurut Yopi, sebagian besar warga telah lama bermukim di lokasi tersebut sehingga pemerintah akan mengupayakan agar proses pembangunan kembali rumah dapat dilakukan di tempat yang sama.
“Kalau tanah itu memang milik PT KAI, bangunannya milik masyarakat. Karena itu kita akan meminta izin kepada PT KAI agar warga bisa kembali membangun rumahnya,” jelasnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban sekaligus mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.
“Kami ingin masyarakat yang terdampak bisa segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Pemerintah akan terus hadir mendampingi mereka sampai proses pemulihan selesai,” pungkasnya.[NSR]

