Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pedagang Thrifting Pasar Senen Resah Larangan Impor: Kami Cuma Cari Nafkah, Jangan Ditutup
Regional

Pedagang Thrifting Pasar Senen Resah Larangan Impor: Kami Cuma Cari Nafkah, Jangan Ditutup

RiyadiBy Riyadi01/12/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Pedagang pakaian bekas impor (thrifting) di Pasar Senen, Jakarta Pusat, menyampaikan keresahan mereka terkait kebijakan larangan perdagangan pakaian bekas impor. Mereka menilai aturan tersebut akan mematikan usaha yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan utama.

Aspirasi ini langsung disampaikan para pedagang saat Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meninjau Pasar Senen bersama Anggota Komisi V DPR RI Adian Napitupulu, Minggu (30/11/2025).

Dalam kerumunan kunjungan, sejumlah pedagang tampak mencegat Menteri Maman sembari mengangkat potongan kardus bertuliskan pesan protes. Salah satu kardus bertuliskan: “Thrifting Juga UMKM! Jangan Ditutup, Kami Pedagang Kecil!”

Baca juga :   Polrestabes Palembang Gelar Sholat Ghaib untuk Tiga Polisi yang Gugur di Way Kanan

“Tolong Pak Menteri, kami pedagang baju bekas juga bayar pajak,” seru seorang pedagang yang menjual kaus dengan harga mulai Rp 20.000.

Teriakan serupa bergema dari berbagai arah kios.

“Jangan dibikin ilegal, Pak Menteri. Ini hidup kita!” ujar pedagang lainnya.

Baca juga :   Polri Gerebek Dugaan Markas Judol di Hayam Wuruk, Ratusan WNA Diamankan

Salah satu pedagang, Alfi (47), mengaku cemas bila larangan impor diberlakukan total tanpa solusi. Ia menegaskan bahwa para pedagang thrift di Pasar Senen beroperasi secara resmi dan membayar kewajiban mereka.

“Kalau ini ditutup, mati usaha kita, Mas. Kita di sini bukan maling, kita dagang. Bayar sewa kios, bayar listrik, resmi semua,” keluhnya.

Alfi bercerita bahwa sebelum berjualan pakaian bekas impor, ia pernah menjual produk lokal asal Bandung. Namun usahanya nyaris bangkrut saat pandemi karena minim pembeli.

Baca juga :   Imbauan Diabaikan, Pedagang di Jembatan Pulau Mas Semakin Ramai

Pasca-pandemi, Alfi melihat tren pakaian bekas impor meningkat. Ia mempelajari sistem penjualan bal dari temannya dan beralih ke thrifting.

“Ini yang nyelamatin hidup. Modal lebih kecil, barang lebih banyak. Orang cuma punya Rp 50.000 sudah bisa dapat baju bagus. Kalau beli baru kan enggak dapet segitu,” ujarnya.

Ia menyesalkan anggapan bahwa thrifting mematikan produk lokal.

Baca juga :   Satpol PP Tindak Tegas Pedagang di Pasar Dempo Permai, Siap Dikenakan Denda Rp 5 Juta

“Kadang sakit hati dibilang matiin produk lokal. Lah, kita ini juga orang lokal,” katanya.
Alfi menambahkan bahwa pedagang siap dikenai pajak selama tarifnya wajar. “Yang penting jangan ditutup aja.”

Menteri Maman mengakui adanya dilema besar dalam penanganan polemik larangan pakaian bekas impor.

“Secara aturan, kita dilarang mengimpor barang-barang bekas. Itu regulasinya. Tapi kita tidak bisa menutup mata terhadap nasib pedagang yang hidup dari sini,” katanya.

Baca juga :   Thrifting Dilarang, Komisi VII DPR Desak Pemerintah Beri Solusi dan Dukungan untuk Pedagang UMKM

Prioritas pemerintah, kata dia, adalah memastikan pedagang tetap bisa mencari nafkah sambil merumuskan kebijakan yang paling tepat.

Ia juga meluruskan bahwa bukan semua bentuk thrifting menimbulkan masalah. “Orang Indonesia jual baju bekas, itu tidak ada isu. Yang jadi titik masalah memang barang impor,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPR Adian Napitupulu menilai bahwa perdagangan pakaian bekas impor telah membentuk ekosistem ekonomi yang kompleks sejak puluhan tahun lalu.

Baca juga :   Gelombang Tinggi di Selat Bangka, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada

“Di Bandung, di Gedebage, ekosistemnya terbentuk. Ada penjual, ada penjahit, tukang lipat, tukang cuci, kuli panggul,” jelasnya.

Mematikan sektor ini secara tiba-tiba, menurut Adian, akan menghentikan mata rantai penghidupan banyak orang.

“Mematikan salah satu, akan mematikan ekosistem yang sudah terbangun bertahun-tahun,” ujarnya.[YKP]

Larangan Impor Pasar Senen Pedagang Thrifting
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKemenhub Cabut Status Internasional Bandara Khusus PT IMIP Morowali
Next Article Bea Cukai Dievaluasi Total, Menkeu Soroti Penyimpangan Impor
Riyadi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20267 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,942 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,812 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,785 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?