RELUNG.ID– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Empat Lawang menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aula Kantor Camat Sikap Dalam. Dalam kegiatan tersebut, pelajar tingkat SMA menjadi salah satu sasaran utama edukasi, khususnya terkait pencegahan perundungan atau bullying.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih menjadi perhatian bersama.
Kepala DPPPA Kabupaten Empat Lawang, Ice Apra Listiani, mengatakan perlindungan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah.
“Sinergi lintas sektor sangat krusial. Kita harus memutus mata rantai kekerasan ini mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan desa. Dengan kolaborasi, kita bisa menciptakan ruang hidup yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak di Empat Lawang,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut dihadiri Camat Sikap Dalam Sarni, SH, jajaran pemerintah kecamatan, perwakilan Polsek Ulu Musi, Satpol PP, tokoh masyarakat, serta puluhan siswa dan siswi SMA.
Dalam kesempatan itu, Camat Sikap Dalam Sarni menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pencegahan segala bentuk kekerasan dan perundungan di wilayahnya. Ia mengajak masyarakat dan pihak sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta berani melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan.
“Jangan ragu atau takut untuk melaporkan setiap indikasi tindakan kekerasan. Keberanian masyarakat untuk melapor adalah langkah awal dalam memberikan perlindungan bagi korban sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku,” tegasnya.
Puncak kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif yang secara khusus menyasar para pelajar SMA. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media digital atau cyberbullying.
Para siswa juga diajak untuk mengenali tanda-tanda perundungan, memahami dampaknya terhadap korban, serta membangun keberanian untuk menolak dan melaporkan tindakan bullying.
Melalui edukasi ini, DPPPA Empat Lawang berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang antusias mengikuti materi dan diskusi yang disampaikan. DPPPA berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi serupa di berbagai wilayah guna memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Empat Lawang.[SLM]

