RELUNG.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Proyek yang menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut kini telah mencapai progres 73 persen dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Bupati Empat Lawang, Joncik Muhamad meninjau langsung pembangunan sekolah yang berlokasi di kawasan Puncak Are, Selasa sore.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan optimisme bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Joncik, Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp234 miliar, sekolah berkonsep boarding school atau berasrama tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang memadai.
Mulai dari ruang belajar dan laboratorium modern, asrama putra dan putri, rumah ibadah, hingga lapangan sepak bola dengan rumput berstandar internasional.
“Ini bukan sekolah biasa. Kami menyiapkan fasilitas terbaik agar anak-anak Empat Lawang memiliki kepercayaan diri dan kualitas yang sejajar dengan anak-anak di kota besar,” kata Joncik saat meninjau lokasi proyek.
Dia menegaskan, program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin, khususnya yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Untuk itu, Joncik meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga integritas dalam proses penerimaan peserta didik. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan maupun manipulasi data demi memastikan program ini tepat sasaran.
“Saya perintahkan, tidak boleh ada manipulasi data. Bahkan jika itu keluarga pejabat, selama tidak memenuhi kriteria, mereka tidak boleh diterima. Sekolah ini didedikasikan untuk mengentaskan kemiskinan, bukan untuk memanjakan mereka yang mampu,” tegasnya.
Di sisi lain, proses pembangunan tidak lepas dari berbagai tantangan. Faktor cuaca yang tidak menentu serta kondisi akses menuju lokasi proyek yang cukup berat menjadi kendala di lapangan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
“Dengan kerja keras dan sinergi semua pihak, saya optimistis target penyelesaian pada Agustus 2026 dapat tercapai, tentu dengan catatan cuaca mendukung,” pungkasnya. (SLM)

