RELUNG.ID- Pemerintah pusat memastikan akan membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk dan menewaskan puluhan santri pada akhir September lalu.
Pembangunan ulang ponpes tersebut direncanakan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Kementerian Keuangan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas rencana pembangunan ulang tersebut.
“Yang (ponpes) runtuh itu ya? Saya enggak tahu akhirnya seperti apa. Tapi saya sudah, kalau saya sudah diskusi dengan Menteri PU,” kata Purbaya di Universitas Airlangga (Unair) Kampus C Surabaya, Selasa (11/11/2025).
Menurut Purbaya, pemerintah pusat memiliki cadangan anggaran yang bisa segera digerakkan apabila sudah ada pengajuan resmi dari kementerian teknis terkait.
“Pada dasarnya uangnya ada. Kalau menteri itu mengajukan, bisa dijalankan dengan cepat,” ujarnya.
Meski begitu, Purbaya mengaku belum mengetahui detail perkembangan terakhir soal proses pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny. Namun, ia menegaskan kembali bahwa dana untuk proyek tersebut tersedia.
“Tapi detail akhirnya saya nggak tahu seperti apa karena belum diskusi lebih lanjut, tapi saya sih bilang uangnya ada,” tambahnya.
Sebelumnya, bangunan musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, 29 September 2025, saat ratusan santri tengah menunaikan salat asar. Dalam tragedi tersebut, 63 santri dilaporkan meninggal dunia dan 104 lainnya selamat.
Pemerintah berencana segera memulai pembangunan gedung baru pondok pesantren tersebut. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan groundbreaking pembangunan pada 25 November 2025 mendatang. Gedung baru Ponpes Al Khoziny akan berdiri di lokasi baru di Jalan Antartika, Desa Siwalanpanji, Sidoarjo.[YKP]

