RELUNG.ID- Antrean panjang di sejumlah SPBU yang ada di kota Palembang, Sumatera Selatan sempat terjadi setelah mencuat isu kenaikan harga BBM baik yang bersubsidi maupun non subsidi.
Pantauan Relung.id, antrean tersebut terlihat berlangsung di SPBU Jalan Jaksa Agung R Suprapto, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Kendaraan roda empat cukup mendominasi memenuhi SPBU untuk antre membeli BBM.
Sementara, di tempat lain, SPBU Alex Noerdin terlihat lengang tanpa antrean panjang dari kendaraan roda empat. Hanya terlihat kendaraan roda dua yang mengalami antrean cukup panjang.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah tidak akan melakukan penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.
Ia meminta masyarakat tidak panik terkait isu kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” ujar Prasetyo, Selasa (31/3/2026).
Prasetyo menegaskan, Pertamina tidak akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.
Pernyataan ini sekaligus membantah kabar yang menyebut harga BBM akan naik mulai 1 April 2026.
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama Pertamina telah berkoordinasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan,” katanya.
Sebelumnya, beredar dokumen di media sosial yang memuat proyeksi kenaikan harga sejumlah BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meminta masyarakat tidak berspekulasi sebelum ada pengumuman resmi.
Sementara itu, pihak Pertamina juga memastikan bahwa informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga BBM per 1 April 2026.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak benar, karena belum ada pengumuman resmi,” ujarnya.[FZP]

