RELUNG.ID – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa BUMN Pangan, ID Food, dan Perum Bulog mendapat tugas baru dari Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso untuk memasok 105.000 ton MinyaKita guna menstabilkan harga di pasaran.
“Kita terus berkoordinasi dengan Pak Dirjen PDN dan Pak Menteri Perdagangan agar ketersediaan MinyaKita dapat dikelola secara optimal oleh BUMN Pangan. Sebanyak 105.000 ton akan disalurkan melalui Bulog dan ID Food untuk stabilisasi harga,” ujar Arief, Rabu (19/2).
Saat ini, ID Food dan Perum Bulog telah menyetok 10.000 ton MinyaKita, dan dalam waktu dekat akan meningkat menjadi 70.000 ton hingga mencapai total 105.000 ton sesuai penugasan pemerintah.
“BUMN telah menerima 10.000 ton, dan dalam perjanjian distribusi akan meningkat hingga 70.000 ton, sebelum akhirnya mencapai target 105.000 ton,” jelas Arief.
Arief menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat lebih leluasa mengintervensi pasar demi menjaga harga MinyaKita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter. Jika stok berada di tangan swasta, pemerintah tidak memiliki kendali penuh terhadap harga minyak di pasaran.
“Jika stok dikuasai sektor swasta, kita tidak bisa berbuat banyak. Maka dengan adanya distribusi melalui Bulog dan ID Food, pemerintah dapat memastikan harga tetap sesuai HET,” tambahnya.
Ia juga optimistis bahwa harga MinyaKita bisa kembali di bawah HET. Masyarakat pun diminta segera melapor ke Satgas Pangan jika menemukan pedagang yang menjual MinyaKita di atas harga yang ditetapkan.
“HET adalah Rp 15.700 per liter dan wajib dipatuhi. Jika ada yang menjual di atas harga tersebut, masyarakat bisa melaporkannya ke Satgas Pangan yang siap melakukan tindakan,” tegasnya.
Sebelumnya, Mendag Budi Santoso meminta perusahaan BUMN di sektor pangan untuk memperbanyak distribusi MinyaKita guna mengintervensi harga yang masih tinggi di pasaran.
Hal ini dilakukan setelah pemerintah mengadakan pertemuan dengan distributor MinyaKita, termasuk ID Food dan Perum Bulog. Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa harga MinyaKita di beberapa daerah masih mencapai Rp 17.400 per liter, jauh di atas HET yang ditetapkan.
“Kami telah mempertemukan ID Food, Bulog, dan 46 produsen untuk memastikan pasokan melalui Bulog dan ID Food ditingkatkan. Banyak daerah masih mengalami harga tinggi, sehingga langkah intervensi ini sangat penting,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (7/2).
Dengan langkah konkret ini, pemerintah berharap harga MinyaKita bisa segera stabil dan terjangkau oleh masyarakat luas.[THQ]

