RELUNG.ID — Pemimpin oposisi Israel, Benny Gantz, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum Israeli Defense Forces (IDF), mengancam akan melancarkan serangan terhadap kota bagian selatan Jalur Gaza, Rafah, selama bulan Ramadan mendatang.
Ancaman tersebut disampaikan sebagai respons terhadap masih ditahannya para sandera Israel oleh Hamas.
Gantz menyatakan bahwa serangan akan dilakukan apabila Hamas tidak membebaskan para sandera Israel sebelum awal bulan suci Ramadan, yang diperkirakan jatuh pada tanggal 10 Maret.
IDF telah merencanakan invasi darat ke Rafah, yang saat ini menjadi tempat pengungsian bagi setengah dari total populasi warga Palestina di Gaza.
Israel mengklaim bahwa Rafah, beserta fasilitas sipilnya, telah dijadikan Hamas sebagai tempat penahanan para sandera dan pusat penyimpanan senjata.
Meskipun tanpa memberikan bukti konkret, IDF menegaskan bahwa laporan intelijen menunjukkan bahwa Hamas memanfaatkan terowongan-terowongan bawah tanah sebagai pusat komandonya.
Gantz menekankan bahwa Hamas memiliki pilihan untuk membebaskan para sandera Israel, sehingga warga Gaza bisa merayakan bulan Ramadan dengan tenang.
Namun, jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, Israel mengancam akan memperluas pertempuran ke daerah Rafah.
Rencana invasi darat ke Rafah ini dilaporkan melalui kerja sama antara Israel, Amerika Serikat, dan Mesir, dengan tujuan untuk meminimalisir korban sipil.
Saat ini, sekitar 1,4 juta warga sipil Palestina berlindung di kamp-kamp pengungsian Rafah, berharap untuk selamat dari agresi Israel yang telah menewaskan ribuan orang Palestina sejak Oktober tahun lalu.
Keputusan ini meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut, sementara jutaan orang lainnya terancam kelaparan dan wabah penyakit akibat hambatan pasokan bantuan kemanusiaan dan serangan terhadap fasilitas medis oleh Israel.

