RELUNG.ID- Pemerintah Kabupaten Muara Enim terus mengintensifkan langkah-langkah strategis dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting.
Salah satu fokus utama adalah pemenuhan gizi dan pola asuh yang tepat pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni periode krusial dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Bupati Muara Enim, Edison, menyampaikan komitmennya dalam mempercepat penurunan stunting saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas mitra, pengelola, dan kader Bina Keluarga Balita (BKB) se-Kabupaten Muara Enim di Hotel Griya Sintesa, Rabu (23/4).
“Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang salah satunya dibentuk sejak dalam kandungan. Karena itu, masa 1000 HPK menjadi fokus intervensi utama kita dalam mencegah stunting,” tegas Bupati.
Dihadapan ratusan kader BKB, Bupati memberikan apresiasi atas dedikasi para kader dalam memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta perawatan anak usia dini. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan unggul.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Heni Pertiwi Edison, Kepala Dinas PPKB Rinaldo, Kadis Kominfo-SP Ardian Arifanardi, Kadinkes dr. Eni Zatila, Kadisdikbud Rusdi Hairullah, Kadinsos Lido Septontoni, dan Kepala Kemenag Muara Enim Abdul Haris Putra.
Narasumber dari BKKBN Provinsi Sumsel juga hadir, di antaranya Evi Silviani, Pratama Putri, dan Eka Handayani.
Dalam sambutannya, Rinaldo menyampaikan bahwa masa 1000 HPK merupakan periode emas tumbuh kembang anak. Jika terjadi kekurangan gizi atau pengasuhan yang tidak tepat, risiko terjadinya stunting akan meningkat.
“Karena itu, kami terus memperkuat kapasitas kader BKB agar lebih memahami pentingnya pengasuhan dan pemenuhan gizi di masa-masa awal kehidupan anak,” ujarnya.
Saat ini, Kabupaten Muara Enim memiliki 262 kelompok BKB yang terintegrasi dengan PAUD atau Posyandu.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan 208 set alat permainan edukatif “BKB Kids Stunting” dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik. Untuk tahun 2025, direncanakan penambahan 70 set dari DAK dan APBD.
Sebagai bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Bupati dan Ketua TP PKK juga menyerahkan bantuan paket protein kepada balita dan ibu hamil, sebagai upaya mendukung peningkatan asupan gizi dan mencegah stunting sejak dini.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Mari kita wujudkan Muara Enim MEMBARA Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju dan Berkelanjutan dengan generasi yang sehat dan unggul,” tutup Edison.[NVS]

