RELUNG.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) resmi memberhentikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) OKU Selatan, Erick Destiano, setelah kasus viral pasien yang tak mendapat pertolongan medis di RSUD tersebut.
Erick mengajukan pengunduran diri yang langsung direspons oleh Pemkab OKU Selatan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Pemberhentian yang ditandatangani oleh Bupati OKU Selatan, Popo Ali.
“Pemberhentian saudara Erick Destiano dilakukan setelah yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirut RSUD OKU Selatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Selatan, M. Rahmatullah, Kamis (3/10/2024).
Pengunduran diri Erick terjadi usai mencuatnya video viral di media sosial yang menunjukkan seorang wanita menangis histeris memohon bantuan tenaga medis untuk menyelamatkan adiknya yang kritis.
Dalam video berdurasi 76 detik tersebut, tak ada satu pun dokter atau perawat yang memberikan pertolongan, meski pasien terlihat mengeluarkan darah dari hidung dan dikelilingi keluarganya yang memohon pertolongan.
Setelah pengunduran diri Erick, Pemkab OKU Selatan menunjuk Agus Arif Wijaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD OKU Selatan.
“Terhitung sejak 1 Oktober 2024, Agus Arif Wijaya menjabat sebagai Plt Dirut RSUD OKU Selatan sekaligus dokter ahli madya pada RSUD OKU Selatan,” jelas Rahmatullah.
Pemkab juga memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU Selatan untuk melakukan pemeriksaan terkait insiden tersebut.
Rahmatullah menegaskan bahwa sanksi akan diberikan jika ditemukan adanya kesalahan prosedur dalam pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Ini menjadi introspeksi bagi pemerintah daerah untuk membenahi pelayanan kesehatan di RSUD Muaradua. Kami berharap ke depannya pelayanan RSUD dapat menjadi lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, video viral ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah warga menyoroti buruknya pelayanan di RSUD Sabutan, Muaradua, OKU Selatan. Mereka menyampaikan keluhan serupa, menyebutkan bahwa peristiwa tersebut bukanlah hal yang baru terjadi di rumah sakit tersebut.
“Memang pelayanannya kurang sekali di RS ini,” ungkap salah satu warganet yang turut mengomentari unggahan di akun media sosial @OKUSelatan.update.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab OKU Selatan dan manajemen RSUD setempat agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah tersebut.[AYK]

