RELUNG.ID – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga, khususnya emak-emak, memprotes keberadaan mobil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang mengirimkan air bersih ke sebuah rumah di Kota Medan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak beberapa warga membawa ember dan mendatangi lokasi yang disebut sebagai kediaman Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, di kawasan Jalan STM, Kecamatan Medan Johor.
Kejadian itu memicu berbagai tanggapan karena terjadi di tengah gangguan distribusi air bersih dari PDAM yang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan.
Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa mobil Damkar mengantarkan air bersih ke rumah seorang pejabat saat banyak warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Malau, membenarkan bahwa armada Damkar memang berada di lokasi yang dimaksud.
Namun, ia menegaskan pengiriman air tersebut bukan diperuntukkan secara khusus bagi rumah pribadi pejabat, melainkan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang terdampak gangguan distribusi air PDAM.
Menurut Wandro, armada Damkar dikerahkan untuk membantu penyaluran air bersih di sejumlah wilayah yang mengalami pemadaman pasokan air. Proses distribusi dilakukan berdasarkan laporan dan koordinasi dari pihak PDAM.
“Itu merupakan bagian dari bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Armada kami membantu distribusi air karena ada gangguan layanan PDAM di beberapa wilayah. Bukan hanya untuk satu rumah atau satu orang saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini personel Damkar masih terus bekerja membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di sejumlah kecamatan yang terdampak, termasuk Medan Johor, Medan Polonia, Medan Kota, Medan Denai, Medan Amplas, dan Medan Maimun. Sebagian wilayah Medan Tembung juga dilaporkan terdampak.
Wandro mengatakan armada yang terlihat dalam video merupakan kendaraan yang beroperasi berdasarkan titik-titik pengaduan warga yang diterima PDAM. Selanjutnya, lokasi distribusi air ditentukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, pelayanan distribusi air diberikan kepada seluruh masyarakat yang terdampak tanpa membedakan status maupun latar belakang penerima bantuan.
Hingga saat ini, sebanyak tujuh unit armada Damkar telah dikerahkan untuk membantu penyaluran air bersih selama gangguan layanan PDAM berlangsung. Pemerintah Kota Medan juga membuka layanan pengaduan bagi warga yang membutuhkan bantuan pasokan air bersih.
“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak. Personel dan armada masih terus bekerja di lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga,” kata Wandro. (vid)

