Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»BMKG Buka Suara Soal Matahari Merah Pekat di Palangka Raya
Regional

BMKG Buka Suara Soal Matahari Merah Pekat di Palangka Raya

alwiBy alwi22/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Matahari merah di Palangka Raya. (Threads Sri Mulyati)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Fenomena matahari berwarna merah pekat yang terlihat di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026) sore, menarik perhatian masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan kondisi atmosfer yang dipenuhi partikel asap.

Baca juga :   Minta Ganti Rugi Rp15 Juta, Mediasi Kasus Guru Hukum Siswa Belajar di Lantai Tak Temukan Kesepakatan

Matahari sore itu terlihat seperti bola merah menyala di balik langit kelabu. Dari sejumlah lokasi, matahari tampak menggantung rendah di antara pepohonan dengan warna yang jauh lebih merah dibandingkan biasanya.

Fenomena tersebut kemudian ramai diperbincangkan warga, terutama karena terjadi ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, mengatakan kondisi kabut asap memang dapat memengaruhi tampilan cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi.

Baca juga :   Musim Hujan, Pohon Tumbang Jadi Ancaman Jaringan Listrik di Lubuklinggau

“Benar, bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah,” ujar Chandra.

Menurut Chandra, citra sebaran asap pada Kamis sore menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah telah tertutup asap.

Kondisi tersebut membuat cahaya matahari harus melewati lapisan atmosfer yang mengandung banyak partikel sebelum mencapai permukaan bumi. Partikel-partikel tersebut kemudian memengaruhi cahaya yang terlihat oleh mata manusia.

Baca juga :   Video Pengakuan Pasien Viral, Dugaan Pelecehan oleh Oknum Nakes RSUD Martapura Diusut Polisi

“Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah Kalimantan Tengah sebagian besarnya sudah tertutup asap,” jelasnya.

Ia menambahkan, posisi matahari yang mulai rendah menjelang sore turut membuat efek tersebut semakin terlihat.

Cahaya yang melewati atmosfer dengan kandungan partikel asap dapat mengalami penyebaran pada panjang gelombang tertentu sehingga matahari tampak lebih kemerahan.

Baca juga :   Cuaca Ekstrem, Petani di Lubuklinggau Panen Padi Lebih Cepat

Dengan kondisi tersebut, matahari yang biasanya terlihat berwarna kuning atau putih kekuningan dapat berubah menjadi merah pekat ketika dilihat dari permukaan bumi.

Fenomena tersebut turut diabadikan warga Palangka Raya. Salah satunya Sri Muliati yang mengaku baru pertama kali melihat matahari dengan warna merah sepekat itu.

“Mataharinya merah banget pada Kamis sore kemarin. Saya baru kali ini melihatnya,” kata Sri dikutip dari unggahannya di Threads, Jumat (21/8/2026).

Baca juga :   Viral, Sepasang Pengantin di Pati Foto Pernikahan Berlatar Demo Bupati

Foto yang diambil warga memperlihatkan matahari berwarna merah mencolok dengan latar pepohonan dan langit yang tampak kelabu akibat kabut asap.

Bagi masyarakat, fenomena tersebut memang menjadi pemandangan yang tidak biasa. Namun, kondisi itu sekaligus menunjukkan adanya perubahan kondisi atmosfer akibat sebaran asap karhutla.

Kabut asap yang semakin pekat juga dapat berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Karena itu, BMKG mengingatkan warga agar tetap memperhatikan kondisi udara, terutama ketika konsentrasi asap meningkat.

Baca juga :   Viral! Menara RIG Pengeboran di Prabumulih Terbakar

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

Fenomena matahari merah di Palangka Raya akhirnya bukan sekadar pemandangan unik. Penjelasan BMKG menunjukkan bahwa perubahan warna tersebut berkaitan dengan interaksi cahaya matahari dengan partikel di atmosfer yang dipengaruhi sebaran asap karhutla. (vid)

matahari merah Palangka Raya Viral
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBupati Enos Tegaskan Kebijakan Pembangunan OKU Timur Harus Sesuai Kemampuan Fiskal
Next Article Ruben Onsu Pilih Jalur Damai, Siap Lunasi Utang Rp3,5 Miliar dalam Kasus Dugaan Penipuan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,910 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,782 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,755 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?