RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang mulai mematangkan langkah pembenahan sistem transportasi publik dengan menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Transportasi di Ruang Rapat Sekanak, Lantai Dasar Bapperida Kota Palembang, Rabu (15/7/2026).
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan integrasi layanan angkutan feeder dengan Light Rail Transit (LRT) guna meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
Rapat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan dan perhatian Wali Kota Palembang terhadap perbaikan sistem transportasi di ibu kota Sumatera Selatan.
Sejumlah pemangku kepentingan dilibatkan dalam forum tersebut, mulai dari pemerhati transportasi, akademisi, penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumatera Selatan, pengamat perkotaan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Isnaini Madani mengatakan, pembenahan transportasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang dihasilkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi.
“Masukan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pembahasan, peserta rapat menyoroti sejumlah langkah strategis, di antaranya pengembangan layanan feeder yang terhubung dengan LRT, peningkatan kualitas pelayanan angkutan umum, serta penyusunan skema subsidi transportasi untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Heriyanto, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para akademisi, pemerhati transportasi, dan seluruh peserta rapat yang telah memberikan berbagai masukan konstruktif bagi pengembangan sistem transportasi di Kota Palembang.
Menurutnya, berbagai rekomendasi yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan transportasi yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (DSK)

