RELUNG.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan menganggur (lahan tidur) di seluruh wilayah kelurahan sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Lahan di Setiap Kelurahan untuk Potensi Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Dr. Isnaini Madani, di Ruang Rapat Musi Bapperinda Palembang, Kamis (30/7/2026).
Dalam rapat itu, Isnaini meminta seluruh camat dan lurah melakukan pendataan serta inventarisasi lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.
“Melalui koordinasi ini, kita ingin mengetahui potensi lahan yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Setiap wilayah memiliki karakter dan peluang yang berbeda, sehingga perlu dilakukan pemetaan secara menyeluruh,” ujar Isnaini.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan waktu selama dua minggu kepada seluruh kecamatan dan kelurahan untuk menyusun laporan potensi lahan di wilayah masing-masing. Laporan tersebut akan disampaikan kepada Bagian Perekonomian Setda Kota Palembang.
Menurutnya, data yang dikumpulkan harus disusun secara sistematis, meliputi lokasi lahan, potensi pengembangan, serta kebutuhan dukungan maupun kebijakan yang diperlukan dari pemerintah kota.
Selanjutnya, seluruh usulan dari masing-masing kecamatan akan diverifikasi dan dievaluasi guna memastikan lahan yang dipilih benar-benar layak dikembangkan serta memiliki prospek untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemanfaatan lahan tidak hanya sekadar membuka ruang baru, tetapi harus memiliki konsep yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Selain mendata aset milik pemerintah, Pemkot Palembang juga mendorong camat dan lurah membangun komunikasi dengan pemilik lahan pribadi yang selama ini belum dimanfaatkan atau terlantar.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemilik lahan sehingga lahan yang selama ini tidak produktif dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat dengan skema yang saling menguntungkan.
Melalui program pemetaan dan optimalisasi pemanfaatan lahan ini, Pemkot Palembang berharap keberadaan lahan tidur dapat ditekan, sekaligus mendorong lahirnya lapangan usaha baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi berbasis wilayah di setiap kelurahan.[DSK]

