RELUNG.ID- Sebuah video curhatan pendaki perempuan yang mengaku diusir oleh rombongan open trip (OT) di Gunung Sindoro mendadak viral di media sosial.
Dalam video tersebut, wanita tersebut menceritakan bagaimana dirinya terpaksa membongkar tenda yang sudah didirikan di Pos 3 Gunung Sindoro via Kledung karena lahan yang dipakai sudah “dipesan” oleh kelompok lain.
“Kita udah pasang tenda di sini, terus kita diusir,” ungkapnya dengan nada kesal, dikutip dari unggahan akun Instagram @exploredolan.id, Selasa (3/6/2025).
Dia menegaskan bahwa tenda sudah didirikan lebih dulu sebelum rombongan open trip tersebut datang, namun tetap dipaksa untuk memindahkan tenda karena alasan lahan tersebut sudah di-booking sebelumnya.
Curhatannya itu pun memicu gelombang kemarahan di kalangan netizen yang mengecam adanya praktik booking atau “pesan tempat” untuk lapak tenda di gunung.
Video tersebut menjelaskan tiga alasan pengusiran yang disampaikan oleh rombongan open trip, yaitu: lahan sudah di-booking, tempat tersebut adalah milik open trip, dan sudah dipesan porter lokal.
Beragam komentar pun bermunculan di kolom media sosial. Sebagian besar netizen menyesalkan dan mengecam praktik booking lahan tenda di area pendakian, menganggapnya tidak sesuai dengan semangat kebersamaan para pendaki.
“Kalau kaya gini, apa nggak sekalian gunungnya dibeli aja,” tulis akun @raden\_wijaya78.
“Kalau modelnya mau booking harusnya didirikan tenda dulu sebelum ada orang lain yang pasang tenda,” kritik @junsilvioedmond.
“Awalnya booking, lanjut sewa, terakhir di akte-kan jadi SHM,” sindir @luluknurulhidayati.[YKP]

