Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Pendapatan Negara di Sumsel Capai Rp5,29 Triliun, Cukai Terjun Bebas Akibat Ekspor CPO Melemah
Bisnis

Pendapatan Negara di Sumsel Capai Rp5,29 Triliun, Cukai Terjun Bebas Akibat Ekspor CPO Melemah

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda04/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Barang bukti berupa 5 janjang buah sawit. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Pendapatan negara di Sumatra Selatan hingga 30 April 2026 baru mencapai Rp5,29 triliun atau 25 persen dari target APBN. Namun di balik capaian agregat yang masih seperempat target, terdapat kontras tajam: Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh 40,57 persen, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai anjlok 48,44 persen akibat melemahnya ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengatakan penerimaan pajak tetap menjadi tulang punggung pendapatan negara di wilayah tersebut. Hingga akhir April 2026, penerimaan pajak terealisasi Rp4,02 triliun atau 23,12 persen dari target, dengan pertumbuhan 11,69 persen secara tahunan (year-on-year).

“Pertumbuhan penerimaan pajak didorong oleh peningkatan setoran masa PPN dari bendahara pemerintah serta pembayaran PPh tahunan badan dari sektor perkebunan sawit,” ujar Rahmadi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Komposisi tersebut menunjukkan aktivitas belanja pemerintah dan sektor perkebunan sawit masih menjadi penopang utama arus penerimaan pajak di Sumsel pada awal tahun anggaran.

Sisi paling mencolok justru berasal dari PNBP. Realisasinya mencapai Rp1,26 triliun atau 51,17 persen dari target, dan tumbuh 40,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan PNBP terutama berasal dari peningkatan signifikan pada kelompok PNBP lainnya yang bersumber dari penerimaan kembali belanja barang tahun anggaran yang lalu (TAYL),” jelas Rahmadi.

Artinya, lonjakan PNBP belum terutama didorong ekspansi aktivitas ekonomi baru, melainkan pengembalian penerimaan terkait belanja tahun sebelumnya yang tercatat sebagai PNBP.

Berbeda dengan pajak dan PNBP, penerimaan kepabeanan dan cukai hanya mencapai Rp106,54 miliar atau 6,12 persen dari target. Secara tahunan, kinerjanya terkontraksi 48,44 persen.

“Penurunan penerimaan kepabeanan dan cukai dipengaruhi oleh melemahnya harga patokan ekspor serta berkurangnya volume ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya,” kata Rahmadi.

Dengan struktur ekspor Sumsel yang masih banyak terkait komoditas berbasis sawit, pelemahan harga dan volume ekspor langsung menekan penerimaan negara dari sisi perdagangan luar negeri.

Sementara pendapatan baru seperempat target, realisasi belanja negara di Sumsel sudah mencapai Rp12,61 triliun selama empat bulan pertama 2026.

Rinciannya, belanja pemerintah pusat terealisasi Rp4,24 triliun atau 29,06 persen dari pagu, tumbuh 28,19 persen yoy.

“Pertumbuhan belanja pemerintah pusat didorong oleh kenaikan belanja pegawai, percepatan realisasi belanja barang, serta meningkatnya belanja modal. Selain itu, pertumbuhan yang cukup tinggi juga dipengaruhi basis perbandingan yang rendah pada tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi anggaran,” tutur Rahmadi.[THQ]

CPO Cukai Penerimaan Negara Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSetahun Naik Rp12 Miliar, Harta Sony Sonjaya Disorot Usai Jadi Tersangka Korupsi
Next Article Dulu Dipuji Prabowo sebagai Patriot, Kini Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,888 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,760 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,734 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?