Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Pendapatan Negara Sumsel Tembus Rp7,95 Triliun, Belanja Justru Tertekan
Bisnis

Pendapatan Negara Sumsel Tembus Rp7,95 Triliun, Belanja Justru Tertekan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda29/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi Jembatan Ampera tanpa Kendaraan disaat Car Free Day/handout
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Kinerja fiskal Sumatera Selatan (Sumsel) hingga semester I 2026 menunjukkan kondisi yang beragam. Pendapatan negara berhasil mencatat pertumbuhan signifikan, namun belanja negara justru mengalami kontraksi akibat menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD).

Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel mencatat pendapatan negara hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp7,95 triliun. Angka tersebut baru mencapai 40,19 persen dari target, tetapi tumbuh 17,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang penerimaan perpajakan yang mencapai Rp6,05 triliun atau 35,98 persen dari target. Realisasi tersebut meningkat 18,05 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut dipengaruhi meningkatnya setoran masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sektor administrasi pemerintahan serta kenaikan setoran Pajak Penghasilan (PPh) Badan.

Sejumlah sektor menjadi penyumbang utama penerimaan pajak Sumsel, di antaranya industri kelapa sawit, perbankan umum konvensional, dan industri karet remah.

Namun, tidak seluruh komponen pendapatan menunjukkan pertumbuhan. Penerimaan kepabeanan dan cukai hanya mencapai Rp205,37 miliar atau 55,27 persen dari target. Nilainya turun 20,08 persen secara tahunan.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya penerimaan Bea Keluar seiring berkurangnya volume ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru menunjukkan kinerja positif. Hingga akhir Juni, realisasinya mencapai Rp1,65 triliun atau 66,76 persen dari target, tumbuh 24,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Belanja Negara Tertekan

Di tengah pertumbuhan pendapatan, realisasi belanja negara di Sumsel justru mengalami penurunan.

Hingga semester I 2026, belanja negara tercatat Rp19,01 triliun atau 49,92 persen dari pagu. Angka tersebut terkontraksi 4,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kontraksi terutama terjadi pada Transfer ke Daerah (TKD). Penyalurannya mencapai Rp11,88 triliun atau 51,55 persen dari pagu, tetapi turun 18,33 persen secara tahunan.

Sebaliknya, belanja pemerintah pusat justru mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Realisasinya mencapai Rp7,14 triliun atau 47,43 persen dari pagu, tumbuh 32,58 persen secara tahunan.

Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi peningkatan belanja pegawai akibat penyesuaian gaji pokok dan penambahan formasi PPPK. Selain itu, percepatan belanja barang dan peningkatan belanja modal turut mendorong pertumbuhan.

DJPb Sumsel menilai kondisi tersebut menunjukkan APBN masih menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian daerah meskipun realisasi pendapatan baru mencapai sekitar 40 persen dari target dan belanja mengalami kontraksi.

” Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumatra Selatan hingga 30 Juni 2026 tetap menunjukkan peran fiskal dalam mendukung perekonomian daerah,” tulis DJPb Sumsel.[THQ]

DJPb Sumsel Pendapatan Negara Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNadiem Makarim Tempuh Jalur Etik, Laporkan Majelis Hakim Tipikor ke Komisi Yudisial
Next Article Enam Titik Karhutla Masih Membara di Sumsel, Petugas Berjibaku Cegah Api Meluas
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,854 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,729 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,702 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?