RELUNG.ID – Fenomena penurunan penjualan BBM jenis Pertamax mencuri perhatian setelah mencuatnya isu oplosan di masyarakat. PT Pertamina Patra Niaga membenarkan adanya pergeseran konsumsi, di mana sebagian pengguna Pertamax beralih ke Pertalite dan Pertamax Turbo.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, mengungkapkan tren ini terlihat dari pola pembelian konsumen. “Ada yang shifting turun ke Pertalite, ada juga yang shifting naik ke Pertamax Turbo,” kata Heppy saat ditemui di Terminal BBM Tanjung Gerem, Cilegon, Banten, Kamis (13/3/2025).
Menariknya, lonjakan konsumsi justru lebih terasa pada Pertamax Turbo, yang memiliki angka oktan (RON) lebih tinggi dibanding Pertamax.
“Secara persentase, peningkatan Pertamax Turbo cukup besar, sekitar 30 persen, meski secara volume masih lebih kecil dibanding jenis BBM lainnya,” jelas Heppy.
Terkait adanya dugaan penurunan penjualan di SPBU Pertamina akibat peralihan konsumen ke SPBU swasta, Heppy menilai perubahan tersebut tidak terlalu besar. Menurutnya, jika dilihat secara tahunan, tren ini masih dalam batas wajar.
“Mungkin kalau hanya melihat data Januari, tampak ada pergeseran ke SPBU lain. Tapi kalau kita lihat sepanjang tahun lalu, pola konsumsi ini memang fluktuatif dan tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga mengakui adanya penurunan konsumsi Pertamax sekitar 5 persen, seiring munculnya isu oplosan BBM dan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak.
Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah akan turun tangan menjaga pangsa pasar Pertamina.
“Kami pastikan kualitas BBM Pertamina sudah sesuai standar teknis dan spesifikasi. Pemerintah akan menjaga agar tidak ada pergeseran yang merugikan,” tegas Bahlil.
Dengan komitmen ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap produk BBM Pertamina tetap terjaga, seiring dengan upaya peningkatan kualitas layanan dan pengawasan distribusi BBM di Indonesia.[THQ]

