RELUNG.ID – Eks Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis kemarin (13/3).
Dalam pemekrisaan tersebut, Ahok mengaku kaget atas data yang diperoleh Kejagung terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang.
“Ternyata Kejaksaan Agung punya data yang lebih dari saya tahu,” kata Ahok.
Menurutnya, penyidik Kejagung memiliki data mengenai fraud hingga penyimpangan yang terjadi di subholding PT Pertamina, yakni PT Pertamina Patra Niaga.
“Saya juga kaget, karena ini kan subholding. Saya gak bisa sampaike operasional, saya cuma sampai memeriksa,” ujarnya.
Dia pun menjelaskan, tugasnya sebagai Komisaris Utama hanya memeriksa kinerja perusahaan lewat Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Selama menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, kinerja PT Pertamina ini cukup baik.
“Kita tuh hanya memonitoring dari RKAP. Kebetulan kinerja Pertamina kan bagus terus selama saya di sana gitu kan. Jadi kita nggak tahu tuh, ternyata di bawah ada apa kita nggak tahu,” terangnya.
Ahok mengaku telah menyampaikan semua yang dia tahu kepada penyidik terkait kasus yang tengah diusut ini. Dia pun mengaku siap jika dimintai kembali kesaksiannya mengenai kasus ini.
“Saya sudah sampaikan yang saya tahu, intinya saya mau membantu, nanti kalau butuh lagi, saya datang lagi,” pungkasnya. (vid)

