RELUNG.ID – Kenaikan harga jual rata-rata atau Avarage Selling Price (ASP) berdampak pada penurunan penjualan smartphone atau ponsel pintar Xiaomi.
Terbukti, penjualan Xiaomi pada kuartal kedua tahun 2026 ini mengalami penurunan hingga mencapai 26,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua 2026, Xiaomi membukukan pendapatan sebesar CNY 108,9 miliar atau sekitar US$16,2 miliar.
Perusahaan mencatat margin laba kotor sebesar 19,8 persen serta laba bersih yang disesuaikan mencapai CNY 6,2 miliar atau sekitar US$919 juta.
Kontribusi terbesar pendapatan Xiaomi berasal dari segmen Smartphone × AIoT, yang menghasilkan CNY 84,0 miliar dengan margin laba kotor 20 persen.
Sementara itu, segmen Smart EV, AI, dan Inisiatif Baru Lainnya mencatat pendapatan CNY 24,9 miliar dengan margin laba kotor 19,2 persen.
Khusus bisnis ponsel pintar, pendapatan Xiaomi mencapai CNY 42,1 miliar. Adapun produk IoT dan gaya hidup menyumbang CNY 31,3 miliar.
Meski jumlah pengiriman mengalami penurunan, Xiaomi mencatatkan peningkatan pada harga jual rata-rata ponselnya.
ASP smartphone Xiaomi mencapai rekor tertinggi sebesar CNY 1.351 atau sekitar US$200. Peningkatan ini menunjukkan strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di segmen perangkat dengan harga lebih tinggi.
Di Tiongkok Daratan, ponsel premium menyumbang sekitar 32,1 persen dari total penjualan smartphone Xiaomi.
Namun, kenaikan ASP tersebut belum mampu mengimbangi penurunan volume pengiriman. Pada Q2 2026, Xiaomi mengirimkan 31,2 juta unit smartphone secara global dengan pangsa pasar 11,5 persen.
Angka tersebut turun 26,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski mengalami penurunan pengiriman, Xiaomi tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, yang telah ditempatinya selama 24 kuartal berturut-turut.
Penurunan juga terjadi di pasar domestik Xiaomi. Pengiriman smartphone di Tiongkok Daratan pada Q2 2026 tercatat sebanyak 8,4 juta unit, dengan pangsa pasar 14,2 persen.
Sebagai perbandingan, Xiaomi mengirimkan 10,3 juta unit pada Q1 2026 dengan pangsa pasar 14,4 persen. Sementara pada Q2 2025, pengiriman mencapai 11,5 juta unit dengan pangsa pasar 16,8 persen.
Dari sisi wilayah, Xiaomi masih mampu mempertahankan posisi tiga besar di sebagian besar pasar utama. Perusahaan berada di peringkat kedua di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, serta peringkat ketiga di Eropa dan Afrika.
Sementara itu, di India Xiaomi berada di posisi keempat.
Di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat, Xiaomi terus meningkatkan investasi untuk penelitian dan pengembangan (R&D).
Perusahaan telah menghabiskan sekitar CNY 18,2 miliar untuk R&D sepanjang tahun ini dan memproyeksikan total pengeluaran tersebut akan melampaui CNY 40 miliar.
Investasi tersebut juga didukung oleh jumlah tenaga kerja yang besar di bidang penelitian. Sekitar 47,2 persen karyawan Xiaomi bekerja di sektor R&D.
Sebagian tenaga tersebut difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) MiMo-V2.5.
Model AI tersebut dilaporkan menghasilkan 10,5 triliun token dalam satu minggu yang dimulai pada 20 Juli 2026. Capaian itu menempatkan MiMo-V2.5 di posisi teratas secara global dalam metrik tersebut.
Teknologi AI juga menjadi bagian penting dalam pengembangan HyperOS 4. Sistem operasi terbaru Xiaomi tersebut masih berada dalam tahap beta dan dipersiapkan membawa sejumlah peningkatan, termasuk fitur memory preloading yang lebih canggih.
Xiaomi juga mengklaim HyperOS 4 mampu mengurangi dropped frame saat pemutaran video hingga 28,9 persen, sehingga diharapkan memberikan pengalaman penggunaan yang lebih mulus.
Selain smartphone, Xiaomi juga mencatat penurunan pada bisnis tablet. Perusahaan berada di peringkat keempat secara global maupun di Tiongkok Daratan.
Pengiriman tablet Xiaomi pada Q2 2026 mencapai 2,8 juta unit, turun 6,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, Xiaomi masih mempertahankan posisi kuat di pasar perangkat wearable dan True Wireless Stereo (TWS). Perusahaan berada di peringkat kedua secara global maupun di Tiongkok Daratan untuk kedua kategori tersebut. (LWM)

