RELUNG.ID – Hubungan antara Indonesia dan Iran kembali menjadi sorotan menyusul belum diberikannya izin bagi kapal tanker Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz.
Sejumlah pihak menilai kondisi ini tidak lepas dari dinamika hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur The National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, menyebut salah satu faktor yang memengaruhi sikap Iran adalah kasus penyitaan kapal tanker MT Arman 114 oleh otoritas Indonesia pada 2023.
Kapal tersebut disita di perairan Batu Ampar, Batam, setelah diduga melakukan aktivitas ilegal, termasuk transfer minyak antar kapal dan pencemaran lingkungan.
Pengadilan kemudian memutuskan penyitaan serta pelelangan kapal dan muatannya melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.
Menurut Siswanto, langkah hukum tersebut dipandang sensitif oleh pihak Iran dan dianggap tidak mencerminkan hubungan persahabatan yang telah lama terjalin.
“Ada akumulasi kekecewaan yang dirasakan Iran terhadap Indonesia,” ujarnya berdasarkan komunikasi dengan perwakilan diplomatik Iran.
Selain kasus tersebut, penolakan terhadap kapal perang Iran yang sebelumnya diundang dalam latihan maritim internasional di Indonesia pada 2025 juga disebut turut memperkeruh hubungan kedua negara.
Situasi ini dinilai berdampak pada respons Iran terhadap berbagai kepentingan Indonesia, termasuk permintaan izin bagi kapal tanker nasional untuk melintasi Selat Hormuz yang saat ini berada dalam pengawasan ketat akibat konflik kawasan.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia masih menunggu kepastian izin bagi kapal-kapalnya untuk melintas dengan aman.
Padahal, jalur Selat Hormuz memiliki peran strategis sebagai salah satu rute utama distribusi energi global.
Pengamat menilai, dinamika ini menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan diplomasi di tengah tekanan geopolitik yang kompleks.
Pasalnya, hubungan bilateral tidak hanya menyangkut aspek politik, tetapi juga berdampak langsung pada kepentingan energi dan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, Pemerintah Iran memberikan izin kepada sejumlah kapal asing untuk melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Kapal dari Malaysia dan Thailand menjadi di antara yang telah memperoleh izin tersebut, sementara kapal milik Indonesia masih menunggu proses lebih lanjut. (LWM)

