Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Perampingan Besar-besaran, Prabowo Bakal Tutup 750 BUMN Lebih hingga Akhir 2026
Regional

Perampingan Besar-besaran, Prabowo Bakal Tutup 750 BUMN Lebih hingga Akhir 2026

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda14/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Presiden Prabowo Subianto/ Foto: BPMI Setpres
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID-Presiden Prabowo Subianto menyiapkan perombakan besar-besaran terhadap perusahaan milik negara. Pemerintah menargetkan lebih dari 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditutup hingga akhir 2026, menyisakan maksimal 300 perusahaan yang dinilai benar-benar produktif.

Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN yang disebut Prabowo sebagai salah satu perampingan korporasi terbesar di dunia.

Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengungkapkan saat Danantara dibentuk pemerintah menemukan 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 290 BUMN telah ditutup.

Baca juga :   Siswi SD di OKU Timur Diduga Hilang Usai Terseret Arus Sungai Komering

Menurut Prabowo, jumlah perusahaan negara yang terlalu besar justru membuat pengelolaan menjadi tidak efisien. Terlebih, terdapat BUMN yang tidak produktif dengan struktur direksi dan komisaris yang terlalu banyak.

“BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa,” tegas Prabowo.

Pemerintah kini membidik jumlah BUMN tidak lebih dari 300 perusahaan pada akhir Desember 2026. Artinya, masih ada lebih dari 750 perusahaan yang akan ditutup atau dirampingkan.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” ujarnya.

Baca juga :   Kedapatan Ngutil Daster, Ibu Empat Anak di Palembang Diamankan Karyawan Toko

Prabowo mengatakan perampingan tersebut mulai memberikan dampak terhadap keuangan negara. Hingga saat ini, pemerintah mengklaim telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun.

Penghematan berasal dari berbagai biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga perjalanan dinas.

“Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif,” kata Prabowo.

Pemerintah menargetkan penghematan tersebut terus meningkat hingga lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2026.

Baca juga :   Pasang Tiang Kabel Serat Optik, Warga Jawa Tengah Tewas Tersengat Listrik

Dana yang berhasil dihemat, kata Prabowo, akan diarahkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan publik, serta program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di tengah restrukturisasi, Prabowo juga memaparkan perbaikan kinerja sejumlah perusahaan negara.

Salah satunya PT Timah. Setelah pemerintah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025, laba bersih PT Timah pada semester I 2026 disebut mencapai Rp2,7 triliun.

Angka tersebut melonjak sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp300 miliar.

Baca juga :   BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Sumsel Mundur ke September 

“Valuasi PT Timah naik 280 persen di bulan Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 lalu,” ujar Prabowo.

Kenaikan kinerja juga terjadi pada sejumlah BUMN lainnya. Prabowo mencatat laba bersih PT Semen Indonesia tumbuh 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen melalui transformasi bisnis Bank Emas, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.

Sementara itu, Garuda Indonesia disebut mulai menunjukkan perbaikan setelah mengaktifkan kembali pesawat-pesawat yang sebelumnya grounded.

Hingga Juni 2026, sebanyak 104 pesawat Garuda telah kembali dioperasikan, termasuk tambahan 20 pesawat yang direaktivasi.

Baca juga :   Defisit Anggaran Rp560 Miliar, Bupati OKI Ajukan Bantuan Khusus ke Pemprov Sumsel

“Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyoroti pembenahan dalam pelaporan keuangan BUMN. Ia menegaskan pemerintah tidak ingin ada manipulasi angka dalam laporan kinerja perusahaan negara.

“Saya tidak mau toleransi permainan angka. Kita harus dapat angka-angka yang benar, yang tepat,” tegasnya.

Menurut Prabowo, setelah dilakukan koreksi, laba BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun dengan dividen Rp85,5 triliun.

Baca juga :   Dipicu Soal Utang Sabu, Sanjaya Nekat Tikam Rekannya Hingga Tewas

Pada 2025, laba BUMN meningkat menjadi Rp326 triliun atau tumbuh 75,3 persen. Sementara dividen yang disetorkan kepada negara mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika memperhitungkan penyertaan modal negara (PMN), dividen bersih yang diterima negara pada 2024 mencapai Rp53 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025.

Untuk 2026, pemerintah memproyeksikan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun tanpa PMN.

Baca juga :   Belum Optimal, Survei LSI: Kinerja Pelayanan Publik di OKU Timur Baru 50 Persen

“Artinya, dari 2024 ke 2026, naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun, atau bisa dikatakan empat kali lebih besar,” ujar Prabowo.

Restrukturisasi BUMN ini menjadi salah satu agenda besar pemerintah dalam menekan pemborosan sekaligus memastikan perusahaan negara yang dipertahankan benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. [YSF]

BUMN Ditutup BUMN. Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePengelola Pasar 16 Ilir Palembang Polisikan Enam Orang, Diduga Kuasai Kios Pedagang
Next Article 50 Institusi Meriahkan International Education Fair 2026 di Palembang Indah Mall
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20261 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,921 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,793 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,766 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?