RELUNG.ID – Kenaikan harga plastik di Indonesia membuka fakta penting soal ketergantungan industri nasional terhadap pasokan bahan baku dari luar negeri, khususnya kawasan Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, salah satu bahan baku utama plastik, yakni naphta, masih didominasi impor dari Timur Tengah dengan porsi mencapai 60 persen. Ketergantungan ini membuat Indonesia rentan terhadap gejolak global, termasuk konflik yang saat ini melibatkan Iran.
“Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Konflik di kawasan tersebut menyebabkan rantai pasok terganggu, sehingga berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku dan memicu kenaikan harga plastik di dalam negeri.
Dampaknya pun tidak hanya dirasakan Indonesia. Sejumlah negara di Asia seperti Singapura, China, Korea Selatan, Taiwan, hingga Thailand juga mengalami gangguan serupa. Bahkan, beberapa produsen di kawasan tersebut dilaporkan mengalami kondisi force majeure akibat tersendatnya pasokan.
“Sehingga yang kita impor plastik pun juga sedikit terganggu,” jelasnya.[THQ]

