RELUNG.ID – Bulan‑bulan penuh perjuangan selama empat dekade akhirnya membuahkan hasil manis bagi Lasinah (80), warga Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Lamongan.
Mbah Lasinah ini akhirnya berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima dari hasil tabungannya berjualan kue keliling.
Sejak usia 40-an, Lasinah memulai kegiatannya berjualan sejak pukul 07.00 WIB tanpa mengenakan alas kaki.
Berbekal gerobak sederhana, ia menyiapkan onde‑onde, nagasari, hingga rempah‑rempah dapur untuk dijajakan.
Rute dagangnya dimulai dari pasar desa, berkeliling perkantoran kelurahan, tapi tidak sampai masuk ke dalam gang-gang.
“Saya jualan kue dan bumbu ini setiap hari tanpa sandal, karena ini sehat,” katanya.
Niatan untuk berhaji sudah terpatri sejak ia dan suaminya mendaftar pada 2012. Sayang, sang suami berpulang lebih dulu sebelum panggilan berhaji tiba.
Meski demikian, tekad Lasinah tak surut. Semua biaya pendaftaran, pelunasan, hingga kebutuhan perjalanan ia kumpulkan dari hasil berjualan kue dan rempah selama empat puluh tahun terakhir.
Perjalanan puluhan tahun itu tidak mudah. Cuaca panas, hujan, hingga tantangan fisik di usia senja kerap menghadang. Namun semangatnya untuk menunaikan ibadah haji bagi dirinya menjadi pendorong kuat.
“Saya ingin pergi ke Tanah Suci. Ini impian panjang saya bekerja setiap hari agar niat itu terwujud,” tutupnya. (vid)

